Membuat Radio Airband Receiver sederhana

July 13, 2010

oleh: Kamarudin
blog: arjip.wordpress.com
(boleh copy paste artikel ini asalkan mencantumkan sumbernya, trims)

Airband adalah jalur frekuensi radio yang digunakan untuk keperluan komunikasi antara pilot pesawat dengan tower bandara. sebenarnya jalur ini tertutup untuk keperluan komunikasi publik, tapi itu bukan berarti kita tidak bisa memonitornya.
Radio receiver, radio Scanner, radio General coverage biasanya sudah dilengkapi fitur Airband receiver jadi bisa digunakan untuk memantau komunikasi Penerbangan. komunikasi penerbangan ini hanya dipakai untuk keperluan penerbangan komersial dan bukan untuk militer.
komunikasi antar pesawat dengan tower bisa terdengar ber kilo kilometer, ini karena pesawat terbang di ketinggian sehingga sinyalnya terpancar cukup jauh. frekuensi Airband adalah 118 – 136 MHz dijalur VHF dan dengan sistem AM. jarak jangkauan sinyal di jalur VHF adalah berdasar Line of Sight (LOS). jadi selama kita masih bisa melihat sebuat pesawat secara langsung maka komunikasinya bisa kita monitor.

Radio Scanner atau radio receiver yang dilengkapi penerimaan jalur Airband yang beredar dipasaran sangat mahal harganya. untuk itu dalam posting saya kali ini, ingin membahas cara membuat Airband Receiver sederhana atau radio penerima jalur komunikasi penerbangan. mengapa rangkaiannya bisa sangat sederhana? hal itu dikarenakan jenis receiver ini adalah “super-regenerative receiver”. umumnya radio penerima (receiver) yang banyak dijual adalah berdasar jenis “heterodyne” yang tentu lebih mahal dan rumit rangkaiannya.

rangkaian yang saya kemukakan ini merupakan hasil modifikasi dari rangkaian aslinya yang dibuat oleh Rick Andersen. artikel dari Rick Andersen bisa dilihat dengan klik  DISINI.
anda bisa banyak belajar tentang “super-regenarative receiver” di situsnya Rick Andersen, karena saya pada mulanya juga belajar dari artikel-artikel di situs tsb. Airband receiver versi Rick Andersen menggunakan komponen transistor 2N3904, transistor ini cukup sulit di dapat di Indonesia.
oleh karena itu saya memodifikasinya dengan transistor VHF lain yaitu transistor C930 atau 2SC930, yang lebih mudah didapat.
anda bisa memodifikasi rangkaian ini dengan menggunakan transistor tipe lain, asal transistor tsb bisa bekerja di jalur VHF dan UHF.

untuk  layout  PCB (Printed Circuit Board) dari rangkaian ini bisa dilihat dengan klik DISINI.
untuk komponen “tuning” saya ambil dari tuning bekas radio 3 Band (AM,FM,SW1), komponen tuning ini bisa mudah dicari di toko elektronika.

rangkaian ini tidak dilengkapi dengan penguat suara atau amplifier, masih diperlukan untuk penguatan audio.
untuk rangkaian amplifier yang cocok silakan klik DISINI.

rangkaian amplifier versi lainnya yang juga cocok, silakan klik DISINI.

berikut adalah foto rangkaian yang sudah dilengkapi dengan penguat suara (amplifier).

untuk antenna bisa menggunakan antenna dari kabel dengan panjang 120 cm dan diposisikan vertikal, dikenal dengan “Vertikal half wave antenna”. posting saya yang masih berkaitan tentang “Vertikal half wave antenna” bisa dilihat DISINI. bisa juga dengan menggunakan antenna telescopic (whip) yang biasa dipakai di radio portabel. untuk hasil yang lebih baik bisa menggunakan antenna eksternal ground plane khusus untuk frekuensi Airband.
untuk lebih jelasnya tentang “Antenna ground plane untuk Airband” silakan klik DISINI.

sebenarnya dengan hanya menggunakan antena telescopic sudah sangat mencukupi, karena radio regenerative dan super-regenerative receiver mempunyai kelebihan dalam kepekaan (sensitifitas) untuk penerimaan sinyal. bila ingin memperkuat sinyal Airband agar bisa lebih jauh jangkauan penerimaannya, maka silakan tambah penguat sinyal (booster). posting artikelnya bisa dilihat DISINI.

untuk power supply gunakan baterai 9 Volt, atau gunakan baterai HandPhone 2 buah @ 4,2 Volt di susun dan dihubungkan secara seri.
dari pengalaman saya menggunakan adaptor hasilnya kurang bagus, rangkaian sulit ber osilasi dan hal ini mungkin disebabkan arus dari adaptor tidak sehalus dari baterai. saya sendiri menggunakan batere bekas laptop 2 cell diseri (@ 4,2 Volt) jadi kalau habis bisa dicharge sewaktu-waktu. jika rangkaian mulai bekerja tidak normal setelah beberapa waktu pemakaian, mungkin baterainya sudah mulai habis dan segera ganti dengan yang baru atau gunkan baterai yang bisa di charge.

cara pengoperasian:
(ampliifier, antena dan baterai harus sudah terpasang dengan benar)
putar potensio Regen sampai suara berdecit hilang dan berganti dengan suara desis “hizzz”, seperti suara radio FM di frekuensi kosong. desis ini menandakan bahwa rangkaian ini mulai berisolasi dan bekerja normal. pada saat rangkaian mulai berisolasi, maka kepekaan terhadap sinyal adalah sangat tinggi. jika “regen control” ditambah terus maka kepekaannya berkurang. jika tidak ada suara desis maka itu artinya rangkaian tidak berisolasi, cek kembali rangkaian yang anda buat. mungkin ada hubungan antar komponen yang kurang pas. jika hal ini masih terjadi maka coba ganti dengan transistor lain. putar tuning untuk mencari frekuensi yang sedang digunakan. saat ada sinyal yang masuk, desis otomatis akan hilang dan menjadi suara percakapan komunikasi. komunikasi di jalur Airband mempunyai ciri “singkat dan jelas”. jadi komunikasi berjalan dengan sangat cepat.cobalah memonitor saat jam penerbangan sibuk, maka anda akan menemui banyak percakapan komunikasi di jalur Airband (umumnya komunikasi menggunakan bahasa inggris).

perhatian:
karena rangkaian ini menggunakan osilator aktif yang berfungsi sebagai detector AM, maka tidak disarankan membawa alat ini di dalam kabin pesawat. karena interferensinya bisa mengganggu komunikasi pilot dengan tower bandara. tidak terlalu masalah, bila anda mengoperasikan alat ini di rumah. jika anda berminat untuk membuat Airband receiver yang tidak menggunakan osilator (rangkaian pasif), silakan kunjungi artikel ini: —> “Passive Aircraft Receiver“.
Update 1 Juni 2012
silakan kunjungi kelanjutan dari posting saya ini, yang masih membahas tentang radio penerima Airband.
pada posting baru saya itu berjudul “Membuat-radio airband receiver portabel“, klik DISINI untuk melihatnya.

anda dapat mengunjungi artikel artikel saya yang lain:

Stereo Audio Amplifier with Tda 2004

Make Your Own All Band Receiver

Make a Simple Shortwave Sw Radio Receiver

Built Your Own Fm Wireless Microphone

Simple Stereo Amplifier Lm 379 with Bass Boost

Amplified Uhf Antenna for Best Reception

Uhf Dipole Antenna Easy to Built

Software Video Converter for Blackberry, iPod, PSP and iPhone

Beautiful Wallpaper for Blackberry, Smartphone, Windows Mobile, and Qwerty Phone

About these ads

19 Responses to “Membuat Radio Airband Receiver sederhana”

  1. wawan Says:

    bang,, nanya dikit neh,,, potensio Regen tu pake potensio biasa ya??? atau potensio jenis lain

  2. arjip Says:

    betul mas Wawan, itu potensio biasa seperti yang sering dipakai pada rangkaian sound amplifier.
    kalau bisa gunakan potensio yang masih baru dan masih bekerja secara normal.

  3. yus Says:

    mas pake antena kabel dia 1mm ga bisa lurus kalo diganti sama larsen gimana?kalo pake ant ext pakai coax berapa ohm?panjangnya?trims

    • arjip Says:

      soal antenna saya rasa tak ada masalah yang cukup berarti, silakan pake larsen atau antenna lain yang cocok. pake kabel tunggal biasa juga bisa. secara alami: regenerative receiver adalah penerima dengan kepekaan yang sangat tajam tetapi dengan selektivitas yang rendah (kebalikan dari heterodyne receiver). apalagi regenerative receiver untuk jalur airband yang pemancarnya adalah berada di pesawat yang ketinggianya sampai beberapa kilo meter dari permukaan bumi, sehingga sinyalnya bisa terpancar sangat jauh.

  4. Leon Stone Says:

    A good receiver when using a high impedance earphone. My problem is when amplified with the amplifying circuit you show using the LM386N the audio is very bad. Placing a 10uF capacitor between pins 1 and 8 for higher gain as indicated by the manufacturer of the LM386N chip does not improve this.

    • arjip Says:

      LM386N is for simple amplifier circuit and maybe not much loud with speaker, but some good with high impedance earphone. maybe need more powerfull amplifier for pleasant activity when monitoring VHF Airband with this Airband receiver.

  5. randy Says:

    mas..kok sy bkin tp ga desis ya?? yg ada bunyi smcm dengung gitu..kira2 salah dmn ya? thx..

    • arjip Says:

      dengung kalau pakai amplifier bisa jadi penyebabnya memakai adaptor yang ripple (tidak halus tegangannya).
      saya sangat menyarankan untuk menggunakan catu daya terpisah berupa dua baterai, baterai 9 volt untuk receiver dan baterai lainnya untuk amplifier.
      atau kalau dengung dan berdecit, maka itu mungkin karena pengatur potensio regennya belum disetting , putar ke arah kanan potensio regen sampai suara decit hilang dan berganti dengan suara desis seperti suara desis radio FM di gelombang yang kosong. (ini sebagai pertanda receiver bekerja dengan baik karena sudah berisolasi).
      selanjutnya kita tinggal tunggu kalau di gelombang airband sedang digunakan, kalau bukan di jam sibuk penerbangan biasanya frekuensinya sepi dan kita cuma bisa dengar suara desis.

  6. rio hk Says:

    mas aku dah buat tapi kok gak ada suaranya hanya desis ssss,trus kalo saya putar potensionya malah bunyinya gak bener,oya trus di kota saya gak ada bandara ,bandara yg paling deket di jogja,apa masih bisa nangkap suaranya,oya kalo merubah radio fm tuner menjadi air band gimana,trims

    • arjip Says:

      maaf mas saya baru bales comment, karena koneksi internet saya beberapa hari ini trouble terus.
      cara mudah untuk mengetes rangkaiannya jalan atau tidak:
      1.kalau desis trus misal di dekat kita ada sepeda motor yang lagi di dihidupkan nanti interferensi pengapiannya ikut terdengar suaranya semacam “kretek-kretek”, ini berartirangkaiannya sudah bekerja normal.
      2. ditungguin sampai ada frekuensi Airband yang sedang digunakan, komunikasi Airband bersifat singkat dan jelas, jadi tidak tiap saat kita bisa mendengarkan komunikasi Airband. biasanya ramai pas jam-jam penerbangan sibuk.
      3. Potensio regen digunakan untuk mengatur agar rangkaian berisolasi (ditandai dengan suara berdecit yang berubah menjadi desis). kalau suda ada desis maka tinggal pasang antenna yang benar supaya dapat sinyal.
      catatan:
      1. rangkaian yang saya bahas di posting bisa bekerja bahkan bila tidak dipasang tuning (variabel condensator).
      tetapi frekuensi penerimaannya terbatas dan hanya bisa menangkap frekuensi tertentu saja di jalur Airband.
      2. rangkaian amplifier (penguat suara) bisa diganti dengan headphone impedansi tinggi. caranya dengan menambah rangkaian penguat suara satu transistor dan output digunakan headphone dengan impedansi tinggi, cara membuat headphone impedansi tinggi yaitu dengan men-seri headpone L/R. sehingga nantinya impedansi berada di kisaran 64 ohm.

  7. dani Says:

    om, mau tanya RFC itu apa ? dan komponennya seperti apa ? terimakasih.

    • arjip Says:

      hallo mas Dani, RFC itu semacam induktor mas..
      komponenya kalau dilihat mirip seperti resistor tetapi ada lilitan kawatnya. komponen RFC dan Variabel Condensator (Tuning) dalam rangkaian Airband yang saya ungkap di posting diatas adalah bersifat “tidak wajib”. jadi rangkaian akan tetap bekerja normal walaupun tidak kita beri tambahan RFC dan Tuning.
      catatan tambahan: untuk kapasitor yang terhubung dengan antenna bisa bernilai sekitar 2 pF jika dipasang dengan antenna luar, dan jika menggunakan antenna whip (antenna portabel) maka kapasitor bisa dinaikkan nilainya pada sekitar 33 pF.


  8. [...] ini merupakan kelanjutan dari posting pertama saya yang membahas “Membuat Radio Airband Receiver sederhana” yang bisa dilihat dengan klik [...]

  9. andrean yuus Says:

    mas apa saja komponen2 radio receiver portabel,,.

    • arjip Says:

      bisa dilihat di skemanya diatas, kalau masih belum paham bisa minta bantuan teman atau saudara yang mengerti masalah elektronika….

  10. dyscha claudia Says:

    mas, aku pengen buat komnikasi radio dari darat ke laut,tp bisa 2 arah,tau rangkaian yang ok ga mas?

    trimakasih..

    • arjip Says:

      komunikasi darat laut biasanya memakai jalur di VHF marine untuk jarak dekat (disekitar pantai) dan juga memakai HF SSB untuk jarak jauh dan biasanya digunakan di jalur pelayaran, antar nelayan, dan komunikasi darat laut.

  11. xka46 Says:

    Menarik artikelnya n saya pgn punya.
    sayang saya nggak paham elektronika
    Kl misal pesan satu untuk dibuatkan bisa nggak ya mas?
    Hub 081578 050 176.mksh
    .

    • arjip Says:

      maaf xka46, saya untuk saat ini belum terima pesanan. komponen yang saya gunakan dalam rangkaian di posting sudah mulai jarang dijual dipasaran terutama di tempat saya tinggal, apalagi tempat saya juga lumayan jauh dari kota besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s