Posting ini merupakan kelanjutan dari posting pertama saya yang membahas “Membuat Radio Airband Receiver sederhana” yang bisa dilihat dengan klik DISINI.

radio receiver jenis regenerative dan super-regenerative receiver terkenal dengan rangkaiannya yang minim komponen tetapi sangat sensitif dalam penerimaan sinyalnya, untuk itulah sangat tidak mustahil untuk membuat Radio Airband menjadi portabel dan ringkas, sehingga bisa dibawa kemana-mana. berikut adalah rangkaian radio penerima Airband yang terdiri dari detector VHF AM dan dirangkai dengan penguat Audio dengan satu transistor (BC547). output audio harus dihubungkan dengan headphone yang sensitif atau audio amplifier eksternal jika memang dirasa keluaran audio masih kurang keras. di bawah ini adalah gambar skema rangkaian super-regenerative Airband receiver, klik untuk memperbesar gambarnya

walaupun hanya menggunakan antena telescopic (whip antenna), saya masih bisa menangkap sinyal dengan cukup jelas. 

kebetulan kota saya yaitu Cepu dilalui oleh jalur penerbangan Jakarta – Surabaya, jadi tidak sulit untuk menerima sinyal di jalur Airband. hampir sepanjang hari saya dengan mudah bisa menangkap komunikasi airband. untuk menguatkan sinyal penerimaan di jalur VHF Airband agar menambah daya jangkau penerimaan, silakan lihat pada posting saya di link berikut ini:

>> VHF pre amplifier versi 1

>> VHF pre amplifier versi 2

pre amplifier atau penguat sinyal booster diatas sebenarnya digunakan untuk penerima radio FM broadcast, akan tetapi bisa juga digunakan di jalur VHF (FM broadcast, AM Airband, dan amatir 2m). saya sudah mencobanya sendiri pada radio receiver yang saya punya  <<–.

untuk PCB bisa dibuat seperti pada gambar dibawah ini (klik untuk memperbesar gambar):


perhatikan juga konfigurasi kaki (pin) dari transistor C930 dan pin transistor BC547 pada gambar dibawah ini. letak pin B, C, dan E kedua transistor tersebut adalah berbeda walaupun bentuk kemasannya sama, jadi kalau terbalik saat dipasang bisa mengakibatkan receiver tidak bisa bekerja.

untuk mengetahui cara mengoperasikan radio ini, maka silakan kunjungi posting saya yang sebelumnya di link berikut:

http://arjip.wordpress.com/2010/07/13/membuat-radio-airband-receiver-sederhana/

yang perlu anda perhatikan, bahwa jenis radio super-regenerative Airband receiver ini mengandung detector yang sekaligus bersifat sebagai osilator (pemancar aktif), sehingga berpeluang menginterferensi atau bahkan akan mengganggu komunikasi pesawat. maka dari itu jangan membawa “Radio Airband receiver portabel” ini ke dalam cockpit pesawat.

radio Airband receiver lainnya yang tidak menimbulkan interferensi adalah “The Passive Aircraft Receiver”, rangkaiannya bisa dilihat di link berikut:

http://www.techlib.com/electronics/aircraft.htm

kelebihan rangkaian tersebut adalah tidak menginterferensi komunikasi pesawat sehingga aman dibawa kemanapun termasuk di dalam cockpit pesawat terbang (aircraft). kekurangannya adalah sensitifitas penerimaan sinyal yang kurang, hanya bisa menangkap sinyal yang kuat atau jarak dekat saja.

untuk meningkatkan kepekaan penerimaan sinyal untuk Passive Aircraft Receiver (Airband), maka diperlukan rangkaian tambahan VHF airband RF pre-amplifier.

——00——-

silakan kunjungi juga posting-posting menarik berikut:

>> Test The Speed of Flash Disk with Check Flash

>> Some Fruit That Can Sharpness Your Brain 

>> Orion Nebula, One of The Most Photographed Celestial Object 

>> Bersih-bersih Windows dengan antivirus update terbaru 

>> Manfaat buah Mangga untuk kesehatan 

>> Mengapa angry bird cepat populer & banyak di download?