Membuat Radio Airband receiver portabel

June 1, 2012

Posting ini merupakan kelanjutan dari posting pertama saya yang membahas “Membuat Radio Airband Receiver sederhana” yang bisa dilihat dengan klik DISINI.

radio receiver jenis regenerative dan super-regenerative receiver terkenal dengan rangkaiannya yang minim komponen tetapi sangat sensitif dalam penerimaan sinyalnya, untuk itulah sangat tidak mustahil untuk membuat Radio Airband menjadi portabel dan ringkas, sehingga bisa dibawa kemana-mana. berikut adalah rangkaian radio penerima Airband yang terdiri dari detector VHF AM dan dirangkai dengan penguat Audio dengan satu transistor (BC547). output audio harus dihubungkan dengan headphone yang sensitif atau audio amplifier eksternal jika memang dirasa keluaran audio masih kurang keras. di bawah ini adalah gambar skema rangkaian super-regenerative Airband receiver, klik untuk memperbesar gambarnya

walaupun hanya menggunakan antena telescopic (whip antenna), saya masih bisa menangkap sinyal dengan cukup jelas. 

kebetulan kota saya yaitu Cepu dilalui oleh jalur penerbangan Jakarta – Surabaya, jadi tidak sulit untuk menerima sinyal di jalur Airband. hampir sepanjang hari saya dengan mudah bisa menangkap komunikasi airband. untuk menguatkan sinyal penerimaan di jalur VHF Airband agar menambah daya jangkau penerimaan, silakan lihat pada posting saya di link berikut ini:

>> VHF pre amplifier versi 1

>> VHF pre amplifier versi 2

pre amplifier atau penguat sinyal booster diatas sebenarnya digunakan untuk penerima radio FM broadcast, akan tetapi bisa juga digunakan di jalur VHF (FM broadcast, AM Airband, dan amatir 2m). saya sudah mencobanya sendiri pada radio receiver yang saya punya  <<–.

untuk PCB bisa dibuat seperti pada gambar dibawah ini (klik untuk memperbesar gambar):


perhatikan juga konfigurasi kaki (pin) dari transistor C930 dan pin transistor BC547 pada gambar dibawah ini. letak pin B, C, dan E kedua transistor tersebut adalah berbeda walaupun bentuk kemasannya sama, jadi kalau terbalik saat dipasang bisa mengakibatkan receiver tidak bisa bekerja.

untuk mengetahui cara mengoperasikan radio ini, maka silakan kunjungi posting saya yang sebelumnya di link berikut:

https://arjip.wordpress.com/2010/07/13/membuat-radio-airband-receiver-sederhana/

yang perlu anda perhatikan, bahwa jenis radio super-regenerative Airband receiver ini mengandung detector yang sekaligus bersifat sebagai osilator (pemancar aktif), sehingga berpeluang menginterferensi atau bahkan akan mengganggu komunikasi pesawat. maka dari itu jangan membawa “Radio Airband receiver portabel” ini ke dalam cockpit pesawat.

radio Airband receiver lainnya yang tidak menimbulkan interferensi adalah “The Passive Aircraft Receiver”, rangkaiannya bisa dilihat di link berikut:

http://www.techlib.com/electronics/aircraft.htm

kelebihan rangkaian tersebut adalah tidak menginterferensi komunikasi pesawat sehingga aman dibawa kemanapun termasuk di dalam cockpit pesawat terbang (aircraft). kekurangannya adalah sensitifitas penerimaan sinyal yang kurang, hanya bisa menangkap sinyal yang kuat atau jarak dekat saja.

untuk meningkatkan kepekaan penerimaan sinyal untuk Passive Aircraft Receiver (Airband), maka diperlukan rangkaian tambahan VHF airband RF pre-amplifier.

——00——-

silakan kunjungi juga posting-posting menarik berikut:

>> Test The Speed of Flash Disk with Check Flash

>> Some Fruit That Can Sharpness Your Brain 

>> Orion Nebula, One of The Most Photographed Celestial Object 

>> Bersih-bersih Windows dengan antivirus update terbaru 

>> Manfaat buah Mangga untuk kesehatan 

>> Mengapa angry bird cepat populer & banyak di download? 

Advertisements

27 Responses to “Membuat Radio Airband receiver portabel”


  1. […] ini, yang masih membahas tentang radio penerima Airband. pada posting baru saya itu berjudul “Membuat-radio airband receiver portabel“, klik DISINI untuk […]

  2. hary Says:

    kok capasitor tuningnya paralel dgn batery?…mana bisa nyuning mas……bener gak sdh dicoba?

    • arjip Says:

      sudah saya coba mas… bahkan saya punya 2 unit di rumah dan semuanya berfungsi dengan baik…
      cuma nilai RX nya beda dari 2 unit tsb, disesuaikan dengan kondisi riil rangkaian.
      desain asli regenerative receiver memang kapasitor tuning tidak ditaroh di plus dan minus baterai, tapi di antara kaki kolektor Transistor C930 dengan jalur minus baterai. tapi dari percobaan, saya menemukan bahwa kalau posisi tuning dirubah ke plus minus maka rangkainnya bisa lebih stabil.


  3. […] dengan sensitivity-nya. untuk lebih jelasnya silakan lihat pada posting saya yang berjudul “membuat radio airband receiver portabel“, untuk membacanya silakan klik DISINI. kelebihan: rangkaian sederhana, mudah dibuat, minim […]

  4. sehat Says:

    bisa dikasi rangkaian pcbnya 1:1,mas

  5. sehat Says:

    mas, untuk rangkaian VHF pre amplifier saya kesulitan mencari komponen, terutama Transistornya C1856 dan C3355,
    apakah mas tau , pengganti transistor tersebut atau persamaan dari Tr ,tersebut.

    • arjip Says:

      coba gunakan C1674 untuk mengganti C1856 karena sama-sama transistor untuk VHF, dan C2570 untuk mengganti C3355 (transistor VHF/UHF).

  6. sehat Says:

    mas, untuk ukuran L2 , diameter pulpennya berapa mm?
    karena pulpen ukurannya beda-beda.Thanks

    • arjip Says:

      bisa pakai ukuran pulpen yang standar karena ukuran L2 sebenarnya tidak kritis, kira-kira diameter sekitar 8 mm. tapi untuk L1 bisa saya bilang kritis, dari pengalaman saya beda bentuk sedikit saja bisa membuat frekuensi penerimaan bergeser ke FM broadcast…

  7. sehat Says:

    apakah mas, ada menjual Membuat Radio Airband receiver portabel ini dalam kit atau yang sudah jadi?kalau ada berapa biayanya?

    • arjip Says:

      Regenerative receiver kalah populer bila dibandingkan dengan Heterodyne receiver. di pasaran jarang dijual dalam bentuk kit, malah kalau di Indonesia sepertinya tidak ada yang jual.
      umumnya regenerative receiver banyak dibuat sendiri oleh entusias elektronika dan anggota radio amatir.

  8. Dexter Says:

    The tuning capacitor is wrongly connected, must be connected between the collector of the transistor and ground

    • arjip Says:

      yes Dexter…. in normal circuit The tuning capacitor is must be connected between the collector of the transistor and ground, but i have different design from my self experience. its still work even the tuning capacitor conected between positive and negative battery.

  9. mondle Says:

    Mas, klu saya pasang frekuensi counter, biar kliatan frek.penerimaanya baiknya dipasang dititik mana ya..?? trims

    • arjip Says:

      maksud mondle itu frekuensi counter yang digital ya? kalau untuk itu saya belum ada referensinya…
      sejauh ini referensi yang saya dapat tentang radio receiver jenis regenerative dan super-regenerative receiver selalu mengedepankan kesederhanaan rangkaian dan untuk papan penunjuk frekuensi juga dibuat manual dengan bantuan generator frekuensi atau sumber sinyal dari frekuensi yang sudah diketahui sebelumnya misalnya sinyal dari ATC suatu bandara.

  10. dani Says:

    hai..
    in my place to airport distance more than 100 km (62 mi) this circuit catch signals frm 100km distance? please give me more details. i want to make this circuit.

  11. dani Says:

    hai arjip .. terima kasih replay .. di tempat saya tidak ada jalur penerbangan & ATC tower 100 kilometer jarak (tempat saya sedikit daerah bukit) antena. yang saya akan menggunakan & hight?. sirkuit menangkap sinyal ini 2m band? (radio amatir) ………. maaf satu pertanyaan lagi bahwa rangkaian Anda bekerja menangkap sinyal jarak jauh? (jarak tower ATC Anda)
    terima kasih
    dani

  12. Ricko Says:

    Hai Arjip,
    Nice Tutorial mas..
    saya masih newbie soal elektronika tapi saya ingin belajar membuat rangkaian Airband Receiver ini.
    kalau diperbolehkan, saya ingin minta foto papan PCB yang sudah jadi tapi dengan high resolution (Jika tidak merepotkan).
    atau buatkan gambar papan PCB diatas (bukan yang skema) tapi masing2 komponennya disertakan nama dan nilai komponennya.
    Maaf kalau saya banyak permintaan (maklum newbie) :p
    Jika ada kekurangan saya mohon maaf
    terimakasih

    • arjip Says:

      sebaiknya Agan minta tolong ke teman atau saudara Agan yang paham tentang elektronika, posting saya diatas saya rasa akan mudah dipahami terutama bagi mereka yang sudah punya pengalaman tentang elektronika…
      Agan juga bisa belajar di internet tentang Superregen Airband Receiver, ada banyak sumbernya. pada awalnya saya juga belajar tentang receiver model ini dari internet, receiver ini rangkaiannya tidak serumit receiver jenis lain cuma cara mengoperasikannya sedikit berbeda.
      sebagai tambahan referensi, coba Agan baca pada posting saya yang ini:
      http://xpandro-id.blogspot.com/2013/07/membuat-radio-receiver-airband-yang.html

      • Ricko Says:

        Terima kasih untuk reply nya mas.
        saya kesulitan mencari kapasitor 6pF,24pf dan 470nF.
        apa kapasitor tersebut bisa digantikan dengan kapasitor lain?

      • arjip Says:

        kalau tidak ada bisa pake kombinasi nilai kapasitor dengan dirangkai seri, pararel, atau seri-pararel. seingat saya dulu di pelajaran IPA SMP dan IPA SMU ada pembahasan tentang perhitungan kombinasi rangkaian kapasitor, bisa juga dicari infonya di internet…

  13. nahwan Says:

    Ada cara buat pemancar radio am atau sw yg sederhana yg mudah di rakit gan..?
    Sher dong ilmunya…
    Meski cuman jankauwan 3 atw 5 km..
    Sy jg hobi separti anda gan..

    • arjip Says:

      Ane sekarang agak jarang mainan Radio Gan, kadang-kadang saja kalau lagi banyak waktu. untuk rangkaian pemancar AM & FM coba dicari saja Gan di Google, misalnya pakai keyword “simple AM transmitter” atau “long range simple FM transmitter”.

  14. Rangga Says:

    Nanya mas, apa benar Varco nya hanya digunakan 2 kaki paling pinggir, dan kaki tengah tdk digunakan? Bukankah 2 kaki pinggir sama2 stator? Trmkasih sebelumnya.

    • arjip Says:

      iya Gan, saya sebenarnya tidak mengikuti desain aslinya dari Rick Andersen seperti yang terlihat di link berikut: http://www.ke3ij.com/superrgn.htm
      rangkaian yang saya buat adalah modifikasinya yang berupa transistor dan penambahan potensio pengatur Regen. pada rangkaian awal yang saya coba, Varco tuning saya pasang seperti skema di posting tidak mengikuti desain asli dari Rick Andersen diamana versi Rick Varco tuning dipasang antara ujung koil “U” dengan jalur negatif power supply. entah mengapa desain saya dengan menempatkan varco di jalur (+) dan (-) itu juga masih bisa membuat rangkaian ini bekerja. saya tetap mempertahankan desain ini karena saya anggap paling stabil. untuk varco itu sudah saya ukur dengan LCR meter, LCR meter yang saya gunakan ini saya bahas dalam posting saya di link berikut: http://tinyurl.com/o8t9k96
      dari pengukuran saya mendapati nilai kapasitansi varco tuning yang terpasang itu antara 9 pF sampai 18 pF, pengukuran menggunakan kaki pinggir dan kaki pinggir satunya, nilai kapasitansi ini yang saya gunakan. kamu tidak harus menggunakan varco tuning sebagai komponen di rangkaian ini, karena bisa diganti dengan varco keramik atau varco besi dengan nilai yang sama. semoga penjelasan saya ini bisa kamu gunakan untuk bahan referensi.
      versi rangkaian Airband yang lain yang telah saya uji coba dan punya kelebihan lebih peka (sensitif) daya tangkapnya, bisa anda lihat dalam posting saya berikut: http://xpandro-id.blogspot.co.id/2013/07/membuat-radio-receiver-airband-yang.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s