Saya termasuk pengguna gadget terutama smartphone dan laptop, keseharian saya memang tak jauh dari benda-benda tersebut. Smartphone yang saya gunakan menggunakan OS Windows Mobile 6.1, Smartphone yang saya maksud itu bisa dilihat artikel review-nya dengan klik DISINI.

 

Browser Internet yang umum digunakan di smartphone Windows Mobile atau smartphone dengan Symbian OS (Nokia) adalah Opera Mini & Opera Mobile. Saya biasanya menggunakan browser Firefox dan Opera di laptop saya, akan tetapi saya juga menggunakan browser Opera Mini pada Smartphone Samsung C6625 milik saya.
versi Opera Mini memiliki banyak keterbatasan, salah satunya tidak mendukung Adobe Flash Lite, dan saya harus menggunakan Microsoft Internet Explorer Mobile 6 jika ingin membuka website flash.
Namun, ketika Opera Software mengeluarkan Opera Mobile 10 untuk Windows Mobile dan Symbian S60, sementara Opera Mini 5 untuk Android, BlackBerry dan juga Windows Mobile. Saya berhasil membuka situs yang ada banner flash, dengan Opera Mobile 10 dan saya menyukai performa dari Opera Mobile 1o ini.

Kecepatan dan kemudahan multitask dengan tab membuat saya menggunakan Opera Mobile 10. Selain itu, Opera Mobile 10 memiliki Adobe Flash Lite 3.1 built-in seperti Microsoft Internet Explorer Mobile 6. Flash dinonaktifkan secara default. Bagaimana cara mengaktifkan Flash Lite 3.1 pada Opera Mobile 10? pilih settings (Pengaturan) lalu Advanced dan pilih Plug-in on.
hal itu akan memungkinkan flash bekerja pada Opera Mobile 10. dilaporkan bahwa Opera Mobile 10 bisa memainkan video di YouTube tanpa masalah langsung via browser.

Download Opera Mini 5 & Opera Mobile 10 dengan menggunakan web browser default ponsel Anda dengan mengunjungi alamat m.opera.com.
jika anda ingin mendownload lewat komputer, maka kunjungi www.opera.com.

walaupun sekilas, Opera Mini dan Opera Mobile mempunyai interface (tampilan) yang mirip, namun tetap ada perbedaan diantara kedua browser Opera tersebut. inilah perbandingan antara Opera Mini 6 dan Opera Mobile 10, setelah saya menggunakannya di Samsung Valencia C6625 Windows Mobile 6.1

Opera Mini 5
-lebih ringan dalam meload halaman
-belum support Flash
aplikasi berbasis Flash sering kita temui dalam animasi dalam browser, timer download, ataupun memainkan video flash semacam Youtube di browser.
-hanya mendukung Opera Turbo (menggunakan IP Proxy Opera)
-zoom default tidak bisa diubah

Opera Mobile 10
-terasa agak berat dalam membuka halaman (bagi Smartphone dengan processor pas-pasan)
-sudah support Adobe Flash Lite 3.1 built-in (default off)
untuk mengaktifkan FLash di Opera Mobile 10 —> menu, settings, Advanced, Plug-in, On.
-selain mendukung Opera Turbo (menggunakan IP Proxy Opera), Browser ini juga bisa merender langsung halaman dengan alamat IP asli (Opera Turbo off).
fitur ini mirip dengan Opera versi komputer.
-ada beberapa tingkatan zoom yang bisa dipilih (60%-200%)
-ada setting untuk merubah posisi (landscape/portrait)

yang perlu diketahui bahwa: Opera Turbo adalah teknologi untuk mengoptimasi dan mengkompresi data yang dilakukan di server Opera, dengan tujuan mempercepat transfer data dan mengurangi jumla data yang harus didownload untuk melihat suatu halaman hingga 80%.
diantara cara-cara lain, kompresi dicapai oleh gambar (image) yang di sampling sehingga dapat menjadikan gambar mengalami beberapa tingkat distorsi.
ada banyak browser lainnya yang ditujukan untuk platform Smartphone atau Mobile Phone, seperti Browser Skyfire dan Fennec.
tapi menurut saya, Skyfire pada perkembangannya sangat terbatas di platform Iphone, Ipad dan Android, karena saat ini versi terbaru sudah tidak mendukung Windows Mobile dan Symbian.
apalagi sekarang Skyfire sudah membatasi pengunanya hanya untuk wilayah Amerika dan Eropa saja. sedangkan browser Fennec masih dalam tahap pengembangan. jadi anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan browser digadget anda, antara Opera Mini atau Opera Mobile.

————–00————–

Silakan kunjungi juga artikel-artikel saya lainnya:

>> Benarkah gabung di situs Survey online, kita akan dibayar? 

>> Best Places for Download Free Sky Map

>>  See The Andromeda with Your Naked Eye 

>> 10 Reasons Why The Tablet PC Become Popular

>> List of Free Blog That Allow Ads, Banners, and Affiliate Link

>> Motorola Charm The “Blackberry” with Android taste

>>  8 Tips untuk menghemat listrik dan mengurangi tagihan listrik anda (english version).

>> How to Login Facebook with Smartphone and PC Tablet?

>> Beautiful Sparkling Stars in The Milky Way

>> Kumpulan artikel komputer, internet, dan software bagus

>> Kumpulan artikel Astronomy & Stargazing

>> My Strawberry Plants in Pots (Strawberry ku ditanam di pot).

Advertisements

ini adalah cerita pengalaman pribadi ku ketika membuat sendiri baterai eksternal untuk laptop. baterai laptop seperti baterai pada umumnya suatu saat pasti akan ngedrop dan rusak. umur pemakaian baterai laptop secara normal bisa mencapai 2 tahun. untuk penggantian baterai laptop bisa memakan biaya yang cukup mahal sampai 800 ribu rupiah keatas. artikel referensi “untuk meningkatkan lama pemakian baterai laptop” bisa dilihat dengan klik DISINI.

Catu daya laptop aslinya adalah DC atau searah dengan tegangan 19 Volt dan arus 3 Ampere.  tetapi tidak semua laptop membutuhkan catu daya yang sama, netbook biasanya mempunyai tegangan catu yang lebih kecil. untuk mengecek berapa tegangan catu dan arus listrik yang dibutuhkan laptop, silakan lihat di adapter laptop masing-masing.

yang aku bahas kali ini adalah  baterai eksternal untuk  “laptop dengan tegangan catu standar 19 Volt arus 3 Ampere”. secara teori laptop berjenis ini mampu menangani tegangan catu DC antara 19 Volt sampai 36 Volt karena di dalam laptop ada rangkaian regulatornya. jangan mencatu laptop lebih dari 36 Volt DC karena bisa merusak mainboardnya.

jadi kugunakan aki kering 12 Volt dengan kapasitas penyimpanan arus minimal 5 Ampere hours (Ah) yang dihubungkan secara seri sehingga tegangan totalnya adalah 24 Volt. karena diseri maka arusnya tetap.
gunakan 2 aki kering yang mempunyai spesifikasi yang sama baik tegangan maupun kapasitas arus penyimpanan. spesifikasi itu bisa dilihat di body aki. aki kering dipilih karena perawatannya mudah tidak ribet walaupun agak mahal jika dibanding aki basah. untuk chargernya aku menggunakan rangkaian power suply sederhana dengan tegangan charge (open circuit) sekitar 36 Volt. waktu charge adalah sbb:
8 jam dengan trafo charger 2 Ampere, bisa dipakai untuk maksimal 4 jam pemakaian.
4 jam dengan trafo charger 2 Ampere, bisa dipakai untuk maksimal 2 jam pemakaian.

saat di charge hubungkan kutub positif baterai dengan kutub positif charger.
kutub negatif baterai dihubungkan dengan kutub negatif charger. dalam keadaan full charge tegangan baterai bisa mencapai 28 Volt (open circuit). untuk trafo, kabel, dioda, konektor, jepit buaya dan elco bisa dibeli di toko elekronika atau toko peralatan listrik. biaya pembuatan total termasuk 2 buah aki dan charger bisa mencapai sekitar 300 ribuan rupiah, cukup murah bukan daripada beli baterai baru yang harganya bisa sampai 800 ribuan atau bahkan lebih.

Update 8 Maret 2016

cara lain untuk membuat baterai eksternal laptop adalah dengan menggunakan bahan dari baterai 18650, saya menggunakan 5 buah baterai Li-Ion 18650.  pengguanaan baterai 18650 sebagai baterai eksternal menjadi pertimbangan karena bobotnya lebih ringan daripada jika dibuat dengan aki 12 Volt. untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi posting saya berikut ini –> Membuat baterai eksternal laptop versi 2

——00——

anda juga bisa mengunjungi posting dan link saya yang lain yaitu:

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Beli online jam tangan di Ebay

>> Weather forecast in your hand

>> Membuat Powerbank dengan kapasitas besar

>> Play Spintires with low end laptop

>> Membuat Powerbank dengan baterai AA 1,5 Volt

>> Survey online ini terbukti sudah membayar saya jutaan Rupiah