Rangkaian elektronika berikut cukup sederhana terdiri hanya beberapa komponen dan mudah dibuat, bisa digunakan untuk mendeteksi level baterai Li-ion 18650 apakah sedang dalam keadaan kosong, terisi atau penuh. Proyek elektronik sederhana yang bisa dilihat pada link video di bawah posting adalah hanya terdiri dengan beberapa komponen, yaitu satu transistor BC547, tiga resistor, 2 LED kecil, dan satu dioda 1N4148.  Indikator Level Baterai Li-Ion ini dapat difungsikan sebagai indikator misalnya untuk mengetahui level baterai di Power Bank buatan sendiri, atau dapat digunakan untuk test pada baterai yang berjenis Li-Ion, misalnya menguji pada Li-Ion 18650, baterai Li-Ion 16340, baterai type 14500, baterai Li-ion pada Smartphone, Li-Ion tipe 26650, dll

                                                          Gambar: Sony Rechargeable Li-Ion Battery 18650

kit ini bisa dipakai untuk beberapa proyek elektroika, yaitu: indikator baterai untuk Powerbank, indikator baterai untuk Solar Cell Powerbank, Uji kondisi tingkat baterai Li-Ion, dll.

rangkaian hanya terdiri beberapa komponen, sehingga Anda dapat dengan mudah membuatnya untuk proyek Anda.
dapat mendeteksi kondisi tingkat baterai Li-Ion di kondisi Low, Medium, High, dan Full.  jika tegangan baterai turun sampai ke level “medium”, LED merah menjadi menyala, dan akan lebih terang jika baterai dalam kondisi tingkat “low” (saat tegangan baterai turun disekitar 3,6 Volt).  dalam uji coba, LED hijau selalu menyala tetapi akan lebih terang jika baterai berada di level “high”.

untuk lebih jelasnya, anda dapat melihat skema rangkaian, demonstrasi, dan deskripsi pada link video Youtube dibawah ini, silakan langsung klik pada gambarnya:

Advertisements

ini adalah cerita pengalaman pribadi ku ketika membuat sendiri baterai eksternal untuk laptop. baterai laptop seperti baterai pada umumnya suatu saat pasti akan ngedrop dan rusak. umur pemakaian baterai laptop secara normal bisa mencapai 2 tahun. untuk penggantian baterai laptop bisa memakan biaya yang cukup mahal sampai 800 ribu rupiah keatas. artikel referensi “untuk meningkatkan lama pemakian baterai laptop” bisa dilihat dengan klik DISINI.

Catu daya laptop aslinya adalah DC atau searah dengan tegangan 19 Volt dan arus 3 Ampere.  tetapi tidak semua laptop membutuhkan catu daya yang sama, netbook biasanya mempunyai tegangan catu yang lebih kecil. untuk mengecek berapa tegangan catu dan arus listrik yang dibutuhkan laptop, silakan lihat di adapter laptop masing-masing.

yang aku bahas kali ini adalah  baterai eksternal untuk  “laptop dengan tegangan catu standar 19 Volt arus 3 Ampere”. secara teori laptop berjenis ini mampu menangani tegangan catu DC antara 19 Volt sampai 36 Volt karena di dalam laptop ada rangkaian regulatornya. jangan mencatu laptop lebih dari 36 Volt DC karena bisa merusak mainboardnya.

jadi kugunakan aki kering 12 Volt dengan kapasitas penyimpanan arus minimal 5 Ampere hours (Ah) yang dihubungkan secara seri sehingga tegangan totalnya adalah 24 Volt. karena diseri maka arusnya tetap.
gunakan 2 aki kering yang mempunyai spesifikasi yang sama baik tegangan maupun kapasitas arus penyimpanan. spesifikasi itu bisa dilihat di body aki. aki kering dipilih karena perawatannya mudah tidak ribet walaupun agak mahal jika dibanding aki basah. untuk chargernya aku menggunakan rangkaian power suply sederhana dengan tegangan charge (open circuit) sekitar 36 Volt. waktu charge adalah sbb:
8 jam dengan trafo charger 2 Ampere, bisa dipakai untuk maksimal 4 jam pemakaian.
4 jam dengan trafo charger 2 Ampere, bisa dipakai untuk maksimal 2 jam pemakaian.

saat di charge hubungkan kutub positif baterai dengan kutub positif charger.
kutub negatif baterai dihubungkan dengan kutub negatif charger. dalam keadaan full charge tegangan baterai bisa mencapai 28 Volt (open circuit). untuk trafo, kabel, dioda, konektor, jepit buaya dan elco bisa dibeli di toko elekronika atau toko peralatan listrik. biaya pembuatan total termasuk 2 buah aki dan charger bisa mencapai sekitar 300 ribuan rupiah, cukup murah bukan daripada beli baterai baru yang harganya bisa sampai 800 ribuan atau bahkan lebih.

Update 8 Maret 2016

cara lain untuk membuat baterai eksternal laptop adalah dengan menggunakan bahan dari baterai 18650, saya menggunakan 5 buah baterai Li-Ion 18650.  pengguanaan baterai 18650 sebagai baterai eksternal menjadi pertimbangan karena bobotnya lebih ringan daripada jika dibuat dengan aki 12 Volt. untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi posting saya berikut ini –> Membuat baterai eksternal laptop versi 2

——00——

anda juga bisa mengunjungi posting dan link saya yang lain yaitu:

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Beli online jam tangan di Ebay

>> Weather forecast in your hand

>> Membuat Powerbank dengan kapasitas besar

>> Play Spintires with low end laptop

>> Membuat Powerbank dengan baterai AA 1,5 Volt

>> Survey online ini terbukti sudah membayar saya jutaan Rupiah