Game PC dengan genre simulator biasanya cukup berat bila dimainkan dengan graphics card (VGA) kelas integrated atau low end.  sehingga  pengguna graphics card kelas low end tidak punya banyak pilihan game untuk dimainkan. salah satu contoh VGA kelas low end yang banyak digunakan saat ini adalah Intel HD Graphics.

Spintires, salah satu game simulator truk yang grafisnya bagus tapi tidak membutuhkan spesifikasi yang berat.

Spintires adalah game simulator bertema Off Road, jadi jangan mengharap bakal bertemu dengan banyak jalan beraspal di game ini.  game ini cocok untuk mereka yang sedang mencari game off road selain yang bertema Arcade Racing atau Time Rally, atau buat mereka yang menggemari game Truck Simulator dengan Map Luas.  ingin tes Skill dan Endurance ? suka bermain dengan mod-mod model truck dan terrain landscape ? doyan ambil-ambil screenshot menarik tentang off road ? pengen Game yang bersahabat dengan spesifikasi PC atau Notebook yang pas-pasan? silakan coba game Spintires ini.

spintires maxres 1_crop

saya sudah mencoba menjalankan game ini di VGA kelas low end seperti Intel HD graphics dan Radeon HD 6320.  game ini bisa dimainkan, walau pada Intel HD mungkin agak sedikit lag.

untuk mengoptimalkan VGA Radeon low end (seperti misalnya HD 6320 dan HD 6310), coba simak pada link berikut:

>> Cara mengoptimalkan performa AMD APU untuk game

silakan lihat video saat saya mencoba game Spintires dengan laptop berprosesor AMD APU dengan GPU integrated Radeon HD 6320, yang videonya saya buat dan unggah di Youtube dengan klik  DISINI.

kunjungi juga posting dan link menarik lainnya berikut ini:

>> Blur Game PC Gameplay Radeon HD 6320

>> Game Battlefield 2 Divided City with SweetFX

>> Pengalaman menggunakan Readyboost untuk game

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Butuh baterai baru untuk Tablet Android anda?

>>  Android anda sering lag? silakan coba aplikasi ini

>> Cara cek jumlah slot RAM & kapasitas maksimumnya

 >> Penggunaan solar cell untuk charger powerbank

Advertisements

Sebelum membaca lebih lanjut posting ini, ada baiknya anda juga mengunjungi blog saya yang lainnya yaitu: –> Iconptc  dan juga –> XPandro-id

OK,  kembali ke topik…,  Intel HD graphics diadopsi oleh banyak vendor produsen PC dan laptop untuk segmen PC dan laptop kelas low end sampai kelas menengah, bukan dikhususkan untuk PC dan laptop kelas high end atau untuk game. sebelumnya silakan simak terlebih dahulu tabel spesifikasi grafis VGA Intel HD series dengan klik DISINI.  (mencakup Intel HD Graphics, HD Graphics (Sandy Bridge), HD Graphics 2000, HD Graphics 3000, HD Graphics P3000, HD Graphics 2500, HD Graphics 4000).

khusus untuk HD Graphics 4000, silakan kunjungi posting saya berikut ini –>  Mengenal Intel Graphics HD 4000

untuk HD Graphics 3000, silakan kunjungi posting saya yang ini –> Mengenal Intel Graphics HD 3000

Kartu grafis (VGA) dengan Intel chipset adalah dirancang untuk daya rendah, sehingga sebagian besar laptop yang mempunyai grafis terintegrasi mempunyai baterai yang lebih tahan lama dan lebih sedikit panas ini lebih penting bagi mayoritas pemilik laptop daripada kinerja grafis. Ada banyak desktop yang motherboard dilengkapi dengan grafis terintegrasi Intel. Hal ini dilakukan untuk membuat biaya PC menjadi murah. Tapi untungnya masih ada Graphics Port Ekspansi sehingga Anda dapat menambahkan kartu grafis yang layak untuk upgrade. Game modern memerlukan daya yang jauh lebih besar dibanding sekedar grafis untuk HD (multimedia).

Prosesor intel core i series (core i3, core i5, core i7) dengan intel grafis adalah baik untuk kinerja Windows, internet, dan menonton film, tapi untuk game 3D modern masih kurang mengingat tidak didukung oleh driver yang bagus serta ketiadaan fitur anti aliasing. untuk game 3D modern, kartu grafis (VGA) harus menghasilkan piksel 3D layar penuh secara real time, itu membutuhkan banyak kekuatan untuk menjalankan grafisnya.

sedangkan untuk menonton video, internet, dan menjalankan Windows, dibutuhkan daya yang sangat sedikit. mungkin Intel HD merupakan kartu grafis terintegrasi terbaik, akan tetapi bukan untuk game 3D yang serius. Game seperti Battlefield Bad Company 2 dan COD Modern Warfare 2, dan World at War dengan setting low masih bisa ditangani pada Intel 4500HD.
Jika Anda mencari game seperti World of Warcraft, Warcraft III, bahkan mungkin Starcraft II, maka mungkin sudah layak untuk itu. untuk game FPS modern terbaru dengan framerate besar maka jelas grafis Intel bukan pilihan tepat, karena memang tidak dibuat untuk itu.

grafis Intel tidak menggunakan dedicated video memory, yang mereka gunakan adalah memory RAM sebagai gantinya. selain itu Core clock dan clock memori tidak cukup tinggi untuk memproses game.  Jika Anda ingin game berjalan mulus maka pilih grafis Nvidia atau ATI kelas high end. umumnya kartu grafis (VGA) Intel terbaru hanya bisa disetarakan kemampuanya dengan grafis Nvidia atau ATI tapi di kelas low end.

CPU bound dan GPU bound
contoh kasus:
Asus K43U nyendat2 saat maen Game Call Of Duty Black Ops, padahal sudah resolusi paling rendah dan low detail.
spek laptop: AMD Brazos APU With AMD Radeon 6300 series RAM 2GB DDR3 HDD 320Gb, padahal di laptop Intel i3 VGA HD Graphic lancar2 saja…
game seperti COD Black Ops lebih ke CPU bound.. artinya daripada VGA mumpuni maka lebih butuh processor yg mumpuni.. makanya di core i3 jauh lebih lancar.. AMD e350 adalah
processor AMD Brazos yg awalnya untuk platform netbook, digunakan di laptop low-end sehingga performanya jelas jauh dibawah i3.
akan berbeda ceritanya akan lain kalau gamenya lebih ke GPU bound seperti PES 2011, mungkin bisa jadi lebih lancar di laptop AMD Brazoz daripada di laptop intel core i.

benchmark game untuk Intel HD series (HD graphics, HD graphics 2000, HD graphics 3000)
untuk melihat benchmark Intel HD series pada game Dragon Age: Origins, Dawn of War II, Call of Duty: Modern Warfare 2, BioShock 2, World of Warcraft, HAWX, Starcraft II, Call of Duty: Black Ops, Mafia II, Civilization V, Metro 2033, DiRT 2. silakan klik DISINI

———-00———

kunjungi juga posting & link menarik lainnya berikut ini:

> Survey online ini sudah terbukti membayar saya jutaan Rupiah

> Spintires game simulator yang cocok untuk Intel HD

> Play Game Grid 2 with low end laptops

> Tips main game PES 2013 & PES 2014 di Intel HD (Bay Trail)

> Membuat Powerbank Tablet PC dari baterai bekas laptop

> Kenapa laptop cepat panas?

> Best free pool games (billiard & carrom) for Android

> Game Battlefield 2142 Belgrade with SweetFX

> Kumpulan artikel tentang kesehatan

> 10 Most Beautiful Island in Indonesia

> Mengenal objek antariksa: star cluster (gugus bintang)

Salah satu kerusakan laptop yang sering muncul adalah “black screen”, layar gelap, layar mati, atau “blank display “. mungkin anda yang memiliki laptop pernah mengalami hal seperti itu, termasuk saya sendiri. kemarin laptop Vaio VGN NR31Z saya juga mengalami kerusakan “black screen” yaitu saat dinyalakan laptop tidak menayangkan gambar sama sekali di display walaupun lampu LED hardisk menyala dan kipas prosesor aktif. akhirnya laptop itu saya kirim ke tempat service, tapi saya masih punya laptop 1 lagi yaitu tipe Optima Centoris G20 yang masih normal, walaupun laptopnya jadul tapi yang penting bisa buat online, he he he…

Anda bisa membaca posting saya yang berkait dengan laptop Optima Centoris G200 saya tersebut dengan klik DISINI.

lalu apakah yang menjadi penyebab “black screen” pada laptop?

setelah itu saya mencoba mencari tahu sebab-sebabnya melalui internet, dari yang saya ketahui penyebabnya sebagian besar oleh cacat/defect pada chipset VGA (GPU) dan kerusakan panel Display (LCD). secara umum ada beberapa sebab, mungkin salah satunya ada dibawah ini:

1.Panel Display rusak

untuk memastikan bahwa Panel Display rusak, maka cobalah hubungkan laptop dengan layar eksternal. ubah mode layar melalui keyboard laptop dari mode layar internal ke mode layar eksternal. jika layar eksternal berhasil menayangkan display maka bisa dipastikan kerusakan ada di panel display internal. layar eksternal bisa berupa monitor CRT jika output berupa monitor (VGA) port, atau HDTV jika output berupa HDMI. kerusakan di panel display ada beberapa yaitu diantaranya: kerusakan di inverter, kabel fleksibel, dan LCD. kalau ada gambar tipis seperti bayangan di LCD, maka kemungkinan yang rusak adalah lampu LCD (CCFL), atau kabel fleksibelnya.

2.kerusakan pada VGA

kerusakan chipset VGA umumnya dialami oleh VGA laptop yang dedicated semisal dari nVidia atau Ati. kerusakan VGA dari Chipset integrated misal VGA Intel sangat jarang terjadi, kerusakan VGA yang terjadi berbandingannya sekitar 10 dedicated berbanding 1 integrated. yang sering terkena pada bagian VGA adalah soket chipset, memori RAM VGA dan chipset GPU nya.

beberapa seri laptop yang sering terkena black screen :

seri HP TX1000, seri Sony Vaio VGN, dan seri lainnya yang kebanyakan memakai nVidia seri 8400 dan 8600. nVidia seri GeForce 8400 dan GeForce 8600 keluaran sekitar tahun 2008 an terkenal paling sering rusak setelah digunakan antara 2 sampai 4 tahun, hal ini memang karena ada kesalahan produksi. tetapi nVidia sudah memperbaikinya untuk produk-produknya yang baru.

posting tentang kerusakan laptop HP TX1000 bisa anda baca dengan klik DISINI.

Solusi kerusakan/ perbaikan

untuk kerusakan pada panel LCD: bawa laptop anda ke tempat service untuk diketahui bagian mana di panel LCD laptop anda yang mengalami kerusakan sehingga bisa diperbaiki atau diganti komponennya.

untuk kerusakan pada VGA:

solusi termurah: chipset di Reflow (di blower dengan hot gun) akan tetapi kerusakan akan timbul lagi dengan mudah hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja.

Reball: mengganti bola-bola pin di bawah dudukan chipset, sehingga sambungan yang jelek bisa diperbaiki lagi.

bola-bola pin yang terbuat dari lead free soldering (bebas timbal) lebih mudah rusak karena perubahan suhu bila dibandingkan dengan menggunakan menggunakan bahan leaded soldering.

itulah mengapa setelah beberapa waktu banyak VGA dari nVidia menjadi rusak dengan gejala Artifak dan black screen.

jika chipset sudah mengalami kerusakan parah bisa diganti dengan chipset yang baru, itupun jika chipsetnya tersedia.

solusi lain adalah dengan mengganti Motherboard, sayangnya solusi ini adalah solusi yang memakan biaya paling mahal yaitu antara 1 sampai 2 juta-an.

jangan gegabah untuk mengganti motherboard jika persoalan laptop anda hanya “no display”/ blank display/ black screen, karena selain mahal juga masih ada alternatif solusi lain yaitu dengan reball chipset.

tarif reball chipset berkisar antara 500 sampai 700an ribu Rupiah, di kota-kota besar di Indonesia sekarang sudah banyak tempat servis laptop/notebook yang melayani jasa reflow dan reball chipset. mereka umumnya mempunyai alat BGA Rework Station, jadi anda tak perlu khawatir jika ternyata laptop anda mengalami persoalan tersebut.

———00——

silakan kunjungi juga artikel & link menarik lainnya berikut ini:

>> Survey online ini sudah terbukti membayar saya jutaan Rupiah

>> Membuat baterai eksternal laptop versi 2

>> Membuat Powerbank dengan kapasitas besar

>> Berkebun strawberry di dataran rendah

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Pengalaman  beli online jam tangan di Ebay

>> Play Game GRID 2 with low end laptops

>> 10 Most Beautiful Island in Indonesia

>> Survey online ini terbukti sdh membayar saya jutaan Rupiah

bagi yang suka mengikuti perkembangan notebook atau laptop, pasti kenal dengan istilah istilah semacam: Centrino, Core Duo, Core 2 Duo, Dual core, Celeron, dll. nah bagi yang belum tahu artinya istilah-istilah tersebut, silakan aja simak penjelasannya di bawah ini.

Berikut adalah deskripsi singkat makna umum istilah-istilah teknis yang diusung sebuah notebook.

Centrino: Centrino merupakan platform yang diperkenalkan oleh Intel pada tahun 2003. Platform Centrino berarti mengguna- kan tiga komponen mobile utama Intel yang telah diuji kompatibilitasnya. Komponen umum Centrino adalah, prosesor mobile Intel, chipset Intel, serta modul wireless Intel. Notebook tanpa label Centrino belum tentu hadir tanpa wireless dan memiliki kinerja yang buruk. Hanya saja, label Centrino menjamin bahwa kinerja tiga komponen tersebut tidak akan menyebabkan konflik dalam penggunaannya.

Core Duo: Core Duo merupakan penerus resmi dari prosesor Pentium M yang tergabung dalam platform Centrino generasi pertama. Core Duo secara teknis merupakan penggabungan dua prosesor Pentium M. Alhasil, potensi kinerja maksimal Core Duo mendekati 15% dibandingkan dengan Pentium M dengan kecepatan yang sama.

Core 2 Duo: Seiring dengan perkembangan teknologi, Intel memperbarui prosesor mobile terbarunya dengan produk Core 2 Duo. Perbedaan antara Core 2 Duo dengan Core Duo cukup signifikan, terutama dengan penyertaan dukungan 64-bit pada Core 2 Duo. Intel menyatakan bahwa kinerja Core Duo berbanding dengan Core 2 Duo pada kecepatan yang sama mencapai 20%. Meskipun pada pengujian-pengujian yang telah CHIP lakukan, perbedaan kinerja pada kecepatan yang sama bervariasi dengan ambang tesngah sekitar 15%.

Discreet graphics: Istilah ini diberikan kepada notebook yang memiliki GPU serta memori GPU terdedikasi. Hasilnya, kemampuan olah grafis pada notebook dengan discreet graphics lebih tinggi dibanding notebook dengan graphics card terintegrasi seperti Intel GMA maupun SIS.

Pentium Dual Core: Akhir-akhir ini banyak sekali merek notebook yang memperkenalkan prosesor Pentium Dual Core. Jangan keliru menyebut prosesor Pentium Dual Core dengan prosesor Core Duo. Secara teknis, Pentium Dual Core adalah turunan dari Core Duo, dengan spesifikasi teknis yang sama kecuali dengan L2 Cache 1 Megabyte. Perlu dicatat bahwa kinerja prosesor akhir-akhir ini umumnya didikte pada kecepatan FSB serta besaran L2 Cache. Alhasil, kinerja Pentium Dual Core sedikit berada di bawah prosesor Core Duo pada kecepatan yang sama.

Celeron: Identik dengan dana terbatas, prosesor entry level dari Intel sekilas mengusung stigma memiliki kinerja yang rendah. Akan tetapi, tidak begitu kenyataannya. Berbasis arsitektur Core 2 Duo, Celeron memiliki kinerja potensial yang cukup tinggi, terutama Celeron seri 4xx pada notebook. Dengan FSB 200 Mhz serta L2 Cache sebesar 512 Kilobyte, wajar saja bila Celeron mobile tidak memiliki kinerja ekstra tinggi. Namun, berkat efisiensi arsitektur, Celeron mobile sudah cukup untuk mengerjakan aplikasi edit dokumen dengan baik serta memroses file multimedia seperti video kualitas DVD.

Turion: Intel bukan satu-satunya produsen prosesor untuk notebook, masih ada AMD dengan produk prosesor Turion-nya. Tawaran prosesor dari AMD ini memang tidak semenarik tawaran notebook dengan prosesor Intel berbasis Core 2 Duo. Akan tetapi, kinerjanya sudah hampir setara dengan Core Duo. Salah satu keunggulan dari Turion 64 X2 adalah sudah mendukung arsitektur 64-bit, sesuatu yang tak dimiliki prosesor mobile Intel selain jajaran prosesor Core 2 Duo. Perbedaan arsitektur yang mendasar antara Turion dengan Core 2 Duo terpaksa menempatkan prosesor tawaran AMD tersebut sebagai produk entry level meskipun memiliki clock speed yang tinggi. Meskipun begitu, karena memiliki kinerja serupa dengan Core Duo, notebook Turion 64 X2 masih cocok digunakan sebagai teman bermain dan bekerja di perjalanan, terutama bila dibarengi dengan banderol harga yang terjangkau.

Linux: Sistem operasi bebas biaya yang sedang populer akhir-akhir ini sebagai sistem operasi alternatif yang tepat guna. Adaptasi sistem operasi ini cenderung lama karena dahulu belum tersedianya aplikasi-aplikasi umum yang terdapat pada sistem operasi terpopuler di dunia, Windows. Perkembangan Linux yang sangat cepat berkat kontribusi komunitas telah mengangkat derajat Linux hampir setara dengan sistem operasi Windows sekarang ini. Sayangnya, software spesifik seperti program akunting dan program penghitung statistik masih belum tersedia pada Linux.

Windows: Sistem operasi berbayar yang terpopuler di dunia ini memang pantas menyandang gelar tersebut. Kontroversi keamanan Windows yang kerap dijadikan olokan para kompetitornya bukanlah sebuah hal yang perlu dikhawatirkan. Pihak Microsoft sendiri secara agresif memberikan update-update dengan interval yang cukup dekat sehinga meminimalkan serangan hacker maupun kerusakan sistem lainnya.

silakan juga simak artikel-artikel saya lainnya:

Convert Your Office Laptop Into Laptop For Gaming

Make Your Own External Battery for Laptops

Fix a Dead Laptop Based From my Experience

Digital Libraries Google Touches Media Magazine

Optimize Your Netbook With This Netbook Tips