Pada dasarnya adaptor, power supply dan charger mempunyai konstruksi sirkuit yang hampir sama yaitu terdiri dari trafo, rectifier (penyearah) dan penghalus tegangan.
untuk power supply biasanya ada tambahan stabilisator tegangan berupa IC voltage regulator seri LM 78XX atau LM 79XX.

di bawah ini adalah skema rangkaian adaptor, power supply, atau charger baterai (untuk gadget, handphone, MP4player, smartphone) yang sudah dilengkapi dengan stabilisator tegangan 5V:

Diode Bridge

diode bridge  atau dikenal dengan jembatan dioda adalah rangkaian yang digunakan untuk penyearah arus (rectifier) dari AC ke DC. untuk membuat diode bridge  dengan benar maka perlu diketahui tipe dioda yang akan digunakan, agar sesuai dengan kebutuhan. contoh: untuk membuat catu daya 12 Volt 3 Ampere maka diperlukan dioda tipe 1N5401, untuk lebih detail bagaimana cara memilih tipe dioda yang tepat untuk adaptor yang anda buat, silakan klik DISINI, atau klik gambar jembatan Dioda dibawah ini:

stabilisator tegangan

stabilisator tegangan yang umum digunakan adalah tipe LM 78XX atau 79XX, XX menunjukkan tegangan maksimum output yang dihasilkan. lihat contoh pada skema rangkaian diatas , untuk output 5 V maka digunakan tipe LM 7805. untuk tegangan yang lain harus disesuaikan dengan trafo dan IC stabilisatornya.

cara mencharge baterai dengan adaptor, silakan simak pada gambar dibawah ini:

hal-hal yang perlu anda perhatikan: selalu berhati-hatilah saat mencharge baterai, baterai kualitas rendah (non original) biasanya mudah melembung dan rusak saat dicharge. over charge bisa merusak dan memperpendek umur baterai. jika baterai terasa panas melebihi biasanya saat charge secara normal, maka sebaiknya hentikan aktifitas charging karena dikhawatirkan baterai terbakar.

untuk menambah referensi tentang power supply, silakan baca juga posting saya yang berjudul :

>> Survey online ini terbukti membayar saya jutaan Rupiah
>> Membuat Powerbank yang Simpel & Tipis (Slim Design)
>> Cara efisien merubah tegangan 12 Volt ke 5 Volt
>> Kelebihan dan kelemahan IC regulator LM 7805
>> Membuat Powerbank dari baterai HP bekas
>> Rangkaian power supply, catu daya 12V 3A
>> Adjustable Power Supply 5A kisaran 4,5V sampai 15V
>> Adaptor netbook/laptop rusak? di cek dulu saja

—–00—–

silakan kunjungi juga artikel dan link saya lainnya berikut ini:

>> Play Game Grid 2 with low end laptops

>> 10 Most Beautiful Island in Indonesia

>> Pengubah tegangan DC 6V ke 12V

>> Growing strawberries in small pots

>> Bukti bayaran Ipanelonline di 2014

Jenis antenna yang digunakan untuk keperluan wifi memang sangat beragam, dari yang sederhana sampai dengan yang multi elemen.
berikut ini adalah beberapa antenna wifi yang bisa dimanfaatkan untuk nembak hotspot, RTRWnet, wifi link, point to point, wireless network.
antena-antena ini mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan bekas atau mudah dicari dan biaya pembuatannya pun tergolong rendah.
untuk penguatan atau gain antena, ada yang bisa mencapai 12dBi, sehingga cocok digunakan untuk wifi link jarak jauh atau nembak hotspot 1 Km.

1. Antenna Yagi
pada antenna Yagi berlaku: semakin banyak direktor elemen yang digunakan maka semakin tinggi Gain antenanya dan semakin sempit arah sinyalnya.
jadi supaya Antena Yagi bisa di arahkan dengan baik dan tepat ke arah access point nya maka kita bisa gunakan bantuan GPS.
pada mulanya antena ini digunakan di jalur radio komunikasi, namun pada perkembangannya bisa diaplikasikan untuk kebutuhan wireless.
Jarak tangkap kurang lebih 1-2 km.
info cara pembuatan antenna Yagi dan info detail lainnya bisa dibaca lebih lanjut dengan klik DISINI.

2. Antenna Helical

Antena Helical dapat dibuat dengan material yang mudah ditemukan dan tentu saja dengan biaya yang murah.
kita dapat dengan mudah mendapatkan Gain tinggi dengan penggunaan antena seperti bentuk Slinki, semakin banyak jumlah putaran adalah berarti semakin tinggi Gain bisa didapat.
Keuntungan [yang] kamu akan memerlukan untuk masing-masing Wifi Antena [yang] individu Sistem akan dependant pada [atas] manapun pelengkap penderita di (dalam) alur mu, jarak [yang] kamu harus [meliput/tutup] dan wifi kartu yang individu.
Ini semua harus dipertimbangkan dg seksama [sebelum/di depan] memilih sistem antena yang sesuai.

info cara pembuatan Antenna Helical dan info detail lainnya bisa dibaca lebih lanjut dengan klik DISINI.

3. Antenna Wajanbolik

antenna Wajanbolik sudah cukup dikenal di Indonesia yang umumnya digunakan untuk client wifi hotspot.
cara pembuatan, pembahasan antenna Wajanbolik cukup sudah menjamur dibahas di blog-blog dan forum-forum.
selain biaya pembuatan yang murah, bahan-bahan untuk membuatnya pun sangat mudah ditemukan semisal: wajan atau tutup panci.

info cara pembuatan Antenna Wajanbolik dan info detail lainnya bisa dibaca lebih lanjut dengan klik DISINI.

4. Antenna Biquad

antenna biquad atau dikenal juga dengan double quad mempunyai bentuk mirip angka 8, serta mempunyai element backplane.
antenna jenis ini biasanya digabungkan dengan reflektor parabolik (piringan untuk menerima siaran TV satelit).
penguatan atau gain antenna standar ini bisa mencapai 12dBi, gain akan bertambah bila antenna ini digabungkan dengan reflektor parabolik.

info cara pembuatan Antenna Biquad dan info detail lainnya bisa dibaca lebih lanjut dengan klik DISINI.


5. Antenna kaleng

antenna kaleng dikenal juga dengan Cantenna, idenya sederhana yaitu dengan memanfaatkan kaleng bekas sebagai penguat sinyal atau antenna.
antenna jenis ini hanya digunakan untuk jarak dekat saja berkisar kurang dari 500 meter, ini karena Gain antenna ini memang tidak tinggi.

info cara pembuatan Antenna kaleng dan info detail lainnya bisa dibaca lebih lanjut dengan klik DISINI.
silakan juga kunjungi artikel tulisan saya lainnya:

Eight Tips to Save Your Electricity Bill

Benarkah gabung di situs Survey online, kita akan dibayar?

Wxdownload Fast Portable Multiplatform Download Manager

Spinach Planted in Pots

Good Ways to Care Your Laptop

Improve Productivity and Enhance The Vitality with Ion Negative

Rangkaian ini saya ambil dari buku yang berjudul “”Data IC audio”.
sebenarnya TDA 2002 di desain untuk Car Radio Amplifier, akan tetapi bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya.
misalnya: stereo amplifier, untuk aplikasi stereo, butuh 2 rangkaian untuk menangani Right dan Left Channel.
TDA 2002 adalah audio amplifier klas B dengan arus maksimum adalah  3,5 A.
bisa dikoneksikan dengan low impedance speaker sampai 1,6 ohm.
biasanya speaker yang banyak dijual adalah mempuyai impedansi 8 ohm.
tegangan operasinya adalah 18 volt.

untuk skema rangkaian ini bisa dilihat secara lebih jelas di link INI.

ini adalah screenshoot dari prototype yang sudah saya buat.
ukurannya cukup kecil, cocok digunakan untuk aplikasi portabel.
saya sendiri menggunakannya untuk penguat audio Tuner FM.

berikut ini adalah beberapa artikel saya lainnya tentang Audio Amplifier yang saya posting di Triond:

Stereo Audio Amplifier with Tda 2004

Mini Amplifier with Lm386

Simple Stereo Amplifier Lm 379 with Bass Boost

Mini Audio Amplifier for Tuner or Simple Receiver

Three Transistor Mini Amplifier for Tuner or Simple Receiver

Mini Audio Amplifier with Ic An7112

Sewaktu saya masih SD sekitar tahun 90an, itu adalah era dimana TV swasta dimulai di indonesia.
stasiun relay nya biasanya hanya ada di kota-kota besar saja, apalagi jumlahnya juga tak banyak.
stasiun TV nya cukup sedikit hanya Indosiar, RCTI, TPI dan SCTV saja.
Siaran TV swasta berada di jalur UHF, untuk itu konstruksi antennanya berbeda dengan yang jalur VHF (dipakai oleh TVRI).
di dekat sekolahan SD saya tsb ada rumah yang memasang antenna TV yang bentuknya aneh mirip lingkaran-lingkaran.
antenna tsb diarahkan ke kota Surabaya yang jaraknya dari kota Cepu tempat saya tinggal, yaitu sekitar 100 Km.
antenna yang umum digunakan dan banyak dijual di toko elektronika adalah tipe antenna Yagi.
belakangan saya baru tahu kalau antenna tsb adalah jenis Antenna Helical yang mempunyai bentuk mirip Slingki yang di renggangkan.
antenna ini jarang digunakan untuk TV, biasanya digunakan untuk komunikasi di jalur UHF.
antenna Helical mempunyai polarisasi Circular, antenna Yagi mempunyai polarisasi horizontal atau vertikal.
tapi tak ada salahnya jika anda mencoba membuatnya untuk keperluan menangkap sinyal Televisi, atau untuk experimen DX antenna dan antenna Scanner.
apalagi penguatan (Gain) dari antenna ini juga cukup tinggi, berkisar antara 10 sampai 12 dBi.


cara pembuatan dan ukuran antenna Helical bisa dilihat di halaman ini:

5 Turn UHF-Helical       : http://www.uhf-satcom.com/uhf/uhfantenna.html
Maik 4 Elemen UHF-Yagi   : http://www.satellitenwelt.de/yagi260mhz.htm

Ikuti juga artikel-artikel lain saya, yang masih terkait dengan Antenna:

The Quagi is Best Alternative Antenna

Built Your Own Omnidirectional Airband Antenna

Amplified Uhf Antenna for Best Reception

Radio Fm Antennas for Best Reception

Uhf Dipole Antenna Easy to Built

Fm Antenna Diy with Booster Version Two

Untuk posting saya yang lain yang masih berhubungan dengan pemancar FM yaitu “macam pemancar FM”, bisa dilihat postingnya dengan klik DISINI.

Pemancar stereo yang saya bahas kali ini mempunyai daya yang kecil, cukup untuk menjangkau area di sekitar rumah.
sehingga cocok untuk memancarkan sumber suara dari iPod, komputer, discman, walkman, TV / SAT receiver, dan banyak sumber audio lainya.
untuk keperluan pemancar stasiun radio FM dengan jarak jangkau yang jauh, maka saya sarankan agar rangkaian ini dimodifikasi dengan di perkuat rangkaian “power RF amp”.
tentu saja Pemancar FM dengan daya kuat memerlukan izin agar tidak dianggap ilegal.

penjelasan lebih lanjut tentang pemancar ini (PCB layout, komponen, dll), bisa dilihat dengan klik DISINI.
untuk antenna yang cocok untuk jenis pemancar ini yaitu jenis “ground plane” karena jenis ini bisa menangani daya pancar yang cukup tinggi.
untuk pembahasan tentang antena “ground plane”, saya posting DISINI.
pada posting tsb, panjang elemen antenna vertikal radiator dan panjang elemen antenna radial bisa dihitung dengan rumus.
untuk pemancar FM, artinya frekuensinya diambil diantara 88 sampai 108 MHz.

jika anda tidak bisa menemukan komponen-komponen dalam rangkaian ini di toko elektronika, saya sarankan untuk membeli di supplier komponen online.
situs yang bisa anda kunjungi yaitu www.BGmicro.com,  BGmicro melayani pemesanan secara internasional dan di sana anda akan menemukan beragam komponen dan bisa dibeli dengan Paypal.
review tentang situs http://www.BGmicro.com bisa dilihat dengan klik DISINI.
jika anda belum punya Paypal, silakan kunjungi posting saya tentang “cara pendaftaran di Paypal” dengan klik DISINI.
kalau anda ingin mengisi saldo Paypal dengan mudah maka silakan kunjungi blog saya yang lain yaitu “iconptc.blogspot.com
di blog tsb, ada beragam program daftar gratis yang dibayar Dollar ke rekening Paypal kita.

silakan juga kunjungi artikel-artikel tulisan saya lainnya yaitu:

Benarkah gabung di situs Survey online, kita akan dibayar?

Mini Audio Amplifier for Tuner or Simple Receiver

Make a Simple Shortwave Sw Radio Receiver

Amplified Uhf Antenna for Best Reception

Fm Antenna Diy with Booster Version Two

Radio Fm Antennas for Best Reception

oleh: Kamarudin
blog: arjip.wordpress.com
(boleh copy paste artikel ini asalkan mencantumkan sumbernya, trims)

Airband adalah jalur frekuensi radio yang digunakan untuk keperluan komunikasi antara pilot pesawat dengan tower bandara. sebenarnya jalur ini tertutup untuk keperluan komunikasi publik, tapi itu bukan berarti kita tidak bisa memonitornya.
Radio receiver, radio Scanner, radio General coverage biasanya sudah dilengkapi fitur Airband receiver jadi bisa digunakan untuk memantau komunikasi Penerbangan. komunikasi penerbangan ini hanya dipakai untuk keperluan penerbangan komersial dan bukan untuk militer.
komunikasi antar pesawat dengan tower bisa terdengar ber kilo kilometer, ini karena pesawat terbang di ketinggian sehingga sinyalnya terpancar cukup jauh. frekuensi Airband adalah 118 – 136 MHz dijalur VHF dan dengan sistem AM. jarak jangkauan sinyal di jalur VHF adalah berdasar Line of Sight (LOS). jadi selama kita masih bisa melihat sebuat pesawat secara langsung maka komunikasinya bisa kita monitor.

Radio Scanner atau radio receiver yang dilengkapi penerimaan jalur Airband yang beredar dipasaran sangat mahal harganya. untuk itu dalam posting saya kali ini, ingin membahas cara membuat Airband Receiver sederhana atau radio penerima jalur komunikasi penerbangan. mengapa rangkaiannya bisa sangat sederhana? hal itu dikarenakan jenis receiver ini adalah “super-regenerative receiver”. umumnya radio penerima (receiver) yang banyak dijual adalah berdasar jenis “heterodyne” yang tentu lebih mahal dan rumit rangkaiannya.

rangkaian yang saya kemukakan ini merupakan hasil modifikasi dari rangkaian aslinya yang dibuat oleh Rick Andersen. artikel dari Rick Andersen bisa dilihat dengan klik  DISINI.
anda bisa banyak belajar tentang “super-regenarative receiver” di situsnya Rick Andersen, karena saya pada mulanya juga belajar dari artikel-artikel di situs tsb. Airband receiver versi Rick Andersen menggunakan komponen transistor 2N3904, transistor ini cukup sulit di dapat di Indonesia.
oleh karena itu saya memodifikasinya dengan transistor VHF lain yaitu transistor C930 atau 2SC930, yang lebih mudah didapat.
anda bisa memodifikasi rangkaian ini dengan menggunakan transistor tipe lain, asal transistor tsb bisa bekerja di jalur VHF dan UHF.

untuk  layout  PCB (Printed Circuit Board) dari rangkaian ini bisa dilihat dengan klik DISINI.
untuk komponen “tuning” saya ambil dari tuning bekas radio 3 Band (AM,FM,SW1), komponen tuning ini bisa mudah dicari di toko elektronika.

rangkaian ini tidak dilengkapi dengan penguat suara atau amplifier, masih diperlukan untuk penguatan audio.
untuk rangkaian amplifier yang cocok silakan klik DISINI.

rangkaian amplifier versi lainnya yang juga cocok, silakan klik DISINI.

berikut adalah foto rangkaian yang sudah dilengkapi dengan penguat suara (amplifier).

untuk antenna bisa menggunakan antenna dari kabel dengan panjang 120 cm dan diposisikan vertikal, dikenal dengan “Vertikal half wave antenna”. posting saya yang masih berkaitan tentang “Vertikal half wave antenna” bisa dilihat DISINI. bisa juga dengan menggunakan antenna telescopic (whip) yang biasa dipakai di radio portabel. untuk hasil yang lebih baik bisa menggunakan antenna eksternal ground plane khusus untuk frekuensi Airband.
untuk lebih jelasnya tentang “Antenna ground plane untuk Airband” silakan klik DISINI.

sebenarnya dengan hanya menggunakan antena telescopic sudah sangat mencukupi, karena radio regenerative dan super-regenerative receiver mempunyai kelebihan dalam kepekaan (sensitifitas) untuk penerimaan sinyal. bila ingin memperkuat sinyal Airband agar bisa lebih jauh jangkauan penerimaannya, maka silakan tambah penguat sinyal (booster). posting artikelnya bisa dilihat DISINI.

untuk power supply gunakan baterai 9 Volt, atau gunakan baterai HandPhone 2 buah @ 4,2 Volt di susun dan dihubungkan secara seri.
dari pengalaman saya menggunakan adaptor hasilnya kurang bagus, rangkaian sulit ber osilasi dan hal ini mungkin disebabkan arus dari adaptor tidak sehalus dari baterai. saya sendiri menggunakan batere bekas laptop 2 cell diseri (@ 4,2 Volt) jadi kalau habis bisa dicharge sewaktu-waktu. jika rangkaian mulai bekerja tidak normal setelah beberapa waktu pemakaian, mungkin baterainya sudah mulai habis dan segera ganti dengan yang baru atau gunkan baterai yang bisa di charge.

cara pengoperasian:
(ampliifier, antena dan baterai harus sudah terpasang dengan benar)
putar potensio Regen sampai suara berdecit hilang dan berganti dengan suara desis “hizzz”, seperti suara radio FM di frekuensi kosong. desis ini menandakan bahwa rangkaian ini mulai berisolasi dan bekerja normal. pada saat rangkaian mulai berisolasi, maka kepekaan terhadap sinyal adalah sangat tinggi. jika “regen control” ditambah terus maka kepekaannya berkurang. jika tidak ada suara desis maka itu artinya rangkaian tidak berisolasi, cek kembali rangkaian yang anda buat. mungkin ada hubungan antar komponen yang kurang pas. jika hal ini masih terjadi maka coba ganti dengan transistor lain. putar tuning untuk mencari frekuensi yang sedang digunakan. saat ada sinyal yang masuk, desis otomatis akan hilang dan menjadi suara percakapan komunikasi. komunikasi di jalur Airband mempunyai ciri “singkat dan jelas”. jadi komunikasi berjalan dengan sangat cepat.cobalah memonitor saat jam penerbangan sibuk, maka anda akan menemui banyak percakapan komunikasi di jalur Airband (umumnya komunikasi menggunakan bahasa inggris).

perhatian:
karena rangkaian ini menggunakan osilator aktif yang berfungsi sebagai detector AM, maka tidak disarankan membawa alat ini di dalam kabin pesawat. karena interferensinya bisa mengganggu komunikasi pilot dengan tower bandara. tidak terlalu masalah, bila anda mengoperasikan alat ini di rumah. jika anda berminat untuk membuat Airband receiver yang tidak menggunakan osilator (rangkaian pasif), silakan kunjungi artikel ini: —> “Passive Aircraft Receiver“.
Update 1 Juni 2012
silakan kunjungi kelanjutan dari posting saya ini, yang masih membahas tentang radio penerima Airband.
pada posting baru saya itu berjudul “Membuat-radio airband receiver portabel“, klik DISINI untuk melihatnya.

anda dapat mengunjungi artikel artikel saya yang lain:

Stereo Audio Amplifier with Tda 2004

Make Your Own All Band Receiver

Make a Simple Shortwave Sw Radio Receiver

Built Your Own Fm Wireless Microphone

Simple Stereo Amplifier Lm 379 with Bass Boost

Amplified Uhf Antenna for Best Reception

Uhf Dipole Antenna Easy to Built

Software Video Converter for Blackberry, iPod, PSP and iPhone

Beautiful Wallpaper for Blackberry, Smartphone, Windows Mobile, and Qwerty Phone

membuat sendiri Antenna TV UHF

saya kira menonton TV sudah menjadi kegiatan sehari-hari di sebagian besar masyarakat di seluruh dunia.
di Indonesia sendiri, TV swasta yang banyak menyajikan acara informasi dan hiburan berada di jalur band UHF.
jalur UHF atau Ultra High Frequency mempunyai panjang gelombang yang ultra pendek, sehingga antenna yang cocok beroperasi di jalur ini bisa dibuat sangat kompak dan ringkas.
antenna UHF yang di jual di pasaran umumnya mempunyai harga yang cukup lumayan, tapi dengan mumbuat sendiri antenna yang saya anjurkan ini mungkin akan menekan biaya cukup banyak.
antenna ini hanya membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapat dan mudah dirakit serta biaya pembuatan yang cukup murah.
hasil yang didapat dari antenna UHF ini cukup lumayan dan bisa dibandingkan dengan antenna yang di jual dipasaran.
penjelasan yang lebih DETAIL tentang antenna UHF ini, silakan kunjungi posting tsb dengan klik DISINI.

anda dapat juga mengunjungi artikel saya lainnya:

Built Your Own Fm Wireless Microphone

Mini Amplifier with Lm386

Simple Stereo Amplifier Lm 379 with Bass Boost

Uhf Dipole Antenna Easy to Built

Fm Antenna Diy with Booster Version Two

Membuat radio penerima Shortwave atau SW receiver sederhana
by: Kamarudin

Mendengarkan siaran radio SW memang salah satu hobby saya sejak kecil, itu saat ayah saya gemar memantau berita lewat radio transistor 5 band terutama di gelombang SW.
pada zaman ini, mungkin mendengarkan siaran radio SW memang tidak sepopuler dengan siaran radio FM.
di jalur SW atau Shortwave kita bisa mendengarkan siaran radio internasional bahkan saya juga sering memantau radio komunikasi antar penduduk di jalur SW.
radio komunikasi di jalur SW mempunyai jarak yang cukup jauh, dan setahu saya tidak memerlukan izin untuk beroperasi.
Mendengarkan siaran radio pada gelombang pendek (short wave/SW) atau band internasional, adalah hobi yang mengasyikkan dan sekaligus hiburan yang edukatif.
Walau kini terdapat alat-alat komunikasi baru yang dapat menghubungkan orang ke pusat informasi secara cepat, namun peranan stasiun radio terutama kecepatan radio siaran SW dalam penyampaian berita, tampaknya belum tersaingi.

Membuat sendiri radio penerima (receiver) pada gelombang pendek (SW) yang saya posting kali ini berdasar tipe “Regenerative Receiver”.
rangkaiannya cukup sederhana, tapi sensitif dan selektivitasnya cukup baik.
saya sudah pernah mencoba membuat “regenerative receiver” yang beroperasi di jalur VHF Airband (penerbangan), hasilnya sunnguh diluar dugaan saya.
walaupun rangkaiannya sangat sederhana tapi bisa menangkap sinyal dengan baik, bahkan percakapan antara pilot pesawat dengan tower bandara bisa saya pantau.
untuk posting “airband regenerative receiver” akan segera saya posting di blog ini menyusul.
model “Regenerative receiver” jelas berbeda dengan model radio di pasaran, karena radio yang dijual di pasaran umumnya berdasar jenis heterodine yang jelas mahal harganya dan rumit rangkaiannya.
rangkaian yang saya sarankan adalah dari artikel “A Simple Regen Radio for Beginners” karangan Charles Kitchin.
file PDF nya bisa di download DISINI.
gunakan Adobe Reader/Foxit Reader/Acrobat Reader/Microsoft Reader untuk membuka file PDF tersebut.
rangkaian dalam artikel tersebut menggunakan 1 transistor yaitu 2N2222, setahu saya transistor 2N2222 sangat sulit didapat di Indonesia.
sebagai gantinya saya sarankan untuk menggunakan transistor BC337 (info pengganti transistor 2N2222 ini saya dapat dari sebuah forum).
silakan kunjungi juga artikel-artikel saya lainnya, yang masih terkait dengan elektronika yaitu: (artikel-artikel tsb di posting di jaringan Triond)

Mini Amplifier with Lm386

Simple Stereo Amplifier Lm 379 with Bass Boost

Amplified Uhf Antenna for Best Reception

Radio Fm Antennas for Best Reception

Uhf Dipole Antenna Easy to Built

Fm Antenna Diy with Booster Version Two

Built Your Own Fm Wireless Microphone