Game PC dengan genre simulator biasanya cukup berat bila dimainkan dengan graphics card (VGA) kelas integrated atau low end.  sehingga  pengguna graphics card kelas low end tidak punya banyak pilihan game untuk dimainkan. salah satu contoh VGA kelas low end yang banyak digunakan saat ini adalah Intel HD Graphics.

Spintires, salah satu game simulator truk yang grafisnya bagus tapi tidak membutuhkan spesifikasi yang berat.

Spintires adalah game simulator bertema Off Road, jadi jangan mengharap bakal bertemu dengan banyak jalan beraspal di game ini.  game ini cocok untuk mereka yang sedang mencari game off road selain yang bertema Arcade Racing atau Time Rally, atau buat mereka yang menggemari game Truck Simulator dengan Map Luas.  ingin tes Skill dan Endurance ? suka bermain dengan mod-mod model truck dan terrain landscape ? doyan ambil-ambil screenshot menarik tentang off road ? pengen Game yang bersahabat dengan spesifikasi PC atau Notebook yang pas-pasan? silakan coba game Spintires ini.

spintires maxres 1_crop

saya sudah mencoba menjalankan game ini di VGA kelas low end seperti Intel HD graphics dan Radeon HD 6320.  game ini bisa dimainkan, walau pada Intel HD mungkin agak sedikit lag.

untuk mengoptimalkan VGA Radeon low end (seperti misalnya HD 6320 dan HD 6310), coba simak pada link berikut:

>> Cara mengoptimalkan performa AMD APU untuk game

silakan lihat video saat saya mencoba game Spintires dengan laptop berprosesor AMD APU dengan GPU integrated Radeon HD 6320, yang videonya saya buat dan unggah di Youtube dengan klik  DISINI.

kunjungi juga posting dan link menarik lainnya berikut ini:

>> Blur Game PC Gameplay Radeon HD 6320

>> Game Battlefield 2 Divided City with SweetFX

>> Pengalaman menggunakan Readyboost untuk game

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Butuh baterai baru untuk Tablet Android anda?

>>  Android anda sering lag? silakan coba aplikasi ini

>> Cara cek jumlah slot RAM & kapasitas maksimumnya

 >> Penggunaan solar cell untuk charger powerbank

Kemampuan VGA Radeon HD 6290

September 11, 2012

Netbook dan Laptop (notebook) yang dilengkapi dengan graphics Ati Radeon HD 6290, mempunyai harga yang lebih ekonomis dan terjangkau, di Indonesia harga  berkisar 3 jutaan rupiah atau kurang. walaupun terjangkau, lalu bagaimanakah kemampuan dan kualitas dari VGA Ati Radeon HD 6290 ini? VGA Radeon HD 6290 ini sebenarnya termasuk integrated graphics kelas low, walaupun low end akan tetapi sudah dilengkapi dengan support DirectX 11, Shader 5.

berikut ini penjelasan tentang Radeon HD 6290 sesuai dengan review dan benchmark dari sumber notebookcheck dot net.
AMD Radeon HD 6290 (atau kadang-kadang juga disebut ATI Mobility Radeon HD 6290) adalah kartu grafis terintegrasi yang terdapat di beberapa prosesor netbook platform Ontario (misalnya, prosesor AMD C-60). Hal ini didasarkan pada inti grafis yang sama dengan ATI Mobility Radeon HD 4330 tetapi tanpa memori khusus (VRAM). Selain itu, HD 6290 memiliki prosesor UVD3 video baru. Dibandingkan dengan HD 6250 yang lebih lambat, HD 6290 mempunyai fitur Turbo Core untuk overclock secara otomatis ke 400MHz.

keluarga AMD Brazos Series mempunyai anggota Radeon HD sebagai berikut:
Radeon HD 6250 pipelines 80 unified @ 280MHz
Radeon HD 6290 pipelines 80 unified @ 280MHz – 400MHz
Radeon HD 6310 pipelines 80 unified @ 500MHz
Radeon HD 7310 pipelines 80 unified @ 500MHz
Radeon HD 6320 pipelines 80 unified @ 500MHz – 600MHz
Radeon HD 7340 pipelines 80 unified @ 523MHz – 680MHz

Kinerja 3D HD 6290 terletak di kelas low end, di atas level kartu grafis chipset terintegrasi dari chipset 880M (misalnya Radeon HD 4250).  Karena prosesornya lambat, kemampuan untuk memainkan game sangat terbatas.
Hanya game lama dan mempunyai grafik rendah dapat dijalankan dengan lancar dalam setting low sampai medium, (misalnya Half Life 2). Bahkan game seperti Trackmania Nations akan sangat lancar jika dimainkan dalam detail rendah. Namun, jika dibandingkan dengan kartu grafis terintegrasi di prosesor Atom (GMA 3150), HD 6290 jelas lebih menang performanya.

Benchmark:

3DMark 06 rata-rata 1596 poin.
The Elder Scrolls V: Skyrim (2011) low 8 fps.
Fifa 12 (2011) low 18 fps, medium 11 fps.
F1 2011 (2011) medium 12 fps.
Dirt 3 (2011) low 15 fps medium 12 fps
Call of Duty: Black Ops (2010) low 6 fps, medium 5 fps
Fifa 11 (2010) low 38 fps, ultra 13 fps
Mafia 2 (2010) low 5 fps, medium 4,8 fps, high 4,6 fps
Battlefield: Bad Company 2 (2010) low 9 fps medium 7,2 fps
Trackmania Nations Forever (2008) low 30 fps, high 8 fps
Call of Duty 4 – Modern Warfare (2007): Playable low setting
World of Warcraft (2005) low 47 fps, medium 23 fps

Decoder UVD3 video yang ada memungkinkan untuk decoding video HD menggunakan kartu grafis. Hal ini memungkinkan decoding paralel dari dua MPEG2, H.264 dan VC-1 dan karena itu kompatibel untuk BD-Live. Selain itu, UVD3 baru juga mendukung DivX, Xvid dan MPEG4 Part 2 decoding. Blu-Ray 3D melalui MCV (Multiview Video Coding) dari UVD3 ini tidak didukung karena kekuatan pemrosesan yang rendah. Konsumsi daya dari HD 6290 cukup rendah dikarenakan graphics integrated terintegrasi dalam prosesor. Prosesor secara keseluruhan mengandung bagian northbridge, sebuah controller memori dan GPU ditentukan dengan 9 Watt TDP.

spesifikasi
Codename Zacate
Architecture Terascale 2
Pipelines 80 – unified
Core Speed * 280 – 400 MHz
Shader Speed * 280 – 400 MHz
Shared Memory yes
DirectX DirectX 11, Shader 5.0
technology 40 nm
Features DirectX 11, UVD3, Turbo Core 400MHz

—00—

silakan kunjungi juga posting dan link menarik lainnya berikut ini:

>> Blur Game PC Gameplay Radeon HD 6320

>> Iconptc (ini juga salah satu blog yang saya punyai)

>> Game Battlefield 2142 Verdun with SweetFX

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Test kecepatan Flash Disk dengan Check Flash

>> AMD E350 is Not Enough for Serious Gaming

>> Aneka info Strawberry (Stroberi)

>> Kumpulan artikel tentang kesehatan

>> Manfaat buah manggis untuk kesehatan

Sebelum membaca lebih lanjut posting ini, ada baiknya anda juga mengunjungi blog saya yang lainnya yaitu: –> Iconptc  dan juga –> XPandro-id

OK,  kembali ke topik…,  Intel HD graphics diadopsi oleh banyak vendor produsen PC dan laptop untuk segmen PC dan laptop kelas low end sampai kelas menengah, bukan dikhususkan untuk PC dan laptop kelas high end atau untuk game. sebelumnya silakan simak terlebih dahulu tabel spesifikasi grafis VGA Intel HD series dengan klik DISINI.  (mencakup Intel HD Graphics, HD Graphics (Sandy Bridge), HD Graphics 2000, HD Graphics 3000, HD Graphics P3000, HD Graphics 2500, HD Graphics 4000).

khusus untuk HD Graphics 4000, silakan kunjungi posting saya berikut ini –>  Mengenal Intel Graphics HD 4000

untuk HD Graphics 3000, silakan kunjungi posting saya yang ini –> Mengenal Intel Graphics HD 3000

Kartu grafis (VGA) dengan Intel chipset adalah dirancang untuk daya rendah, sehingga sebagian besar laptop yang mempunyai grafis terintegrasi mempunyai baterai yang lebih tahan lama dan lebih sedikit panas ini lebih penting bagi mayoritas pemilik laptop daripada kinerja grafis. Ada banyak desktop yang motherboard dilengkapi dengan grafis terintegrasi Intel. Hal ini dilakukan untuk membuat biaya PC menjadi murah. Tapi untungnya masih ada Graphics Port Ekspansi sehingga Anda dapat menambahkan kartu grafis yang layak untuk upgrade. Game modern memerlukan daya yang jauh lebih besar dibanding sekedar grafis untuk HD (multimedia).

Prosesor intel core i series (core i3, core i5, core i7) dengan intel grafis adalah baik untuk kinerja Windows, internet, dan menonton film, tapi untuk game 3D modern masih kurang mengingat tidak didukung oleh driver yang bagus serta ketiadaan fitur anti aliasing. untuk game 3D modern, kartu grafis (VGA) harus menghasilkan piksel 3D layar penuh secara real time, itu membutuhkan banyak kekuatan untuk menjalankan grafisnya.

sedangkan untuk menonton video, internet, dan menjalankan Windows, dibutuhkan daya yang sangat sedikit. mungkin Intel HD merupakan kartu grafis terintegrasi terbaik, akan tetapi bukan untuk game 3D yang serius. Game seperti Battlefield Bad Company 2 dan COD Modern Warfare 2, dan World at War dengan setting low masih bisa ditangani pada Intel 4500HD.
Jika Anda mencari game seperti World of Warcraft, Warcraft III, bahkan mungkin Starcraft II, maka mungkin sudah layak untuk itu. untuk game FPS modern terbaru dengan framerate besar maka jelas grafis Intel bukan pilihan tepat, karena memang tidak dibuat untuk itu.

grafis Intel tidak menggunakan dedicated video memory, yang mereka gunakan adalah memory RAM sebagai gantinya. selain itu Core clock dan clock memori tidak cukup tinggi untuk memproses game.  Jika Anda ingin game berjalan mulus maka pilih grafis Nvidia atau ATI kelas high end. umumnya kartu grafis (VGA) Intel terbaru hanya bisa disetarakan kemampuanya dengan grafis Nvidia atau ATI tapi di kelas low end.

CPU bound dan GPU bound
contoh kasus:
Asus K43U nyendat2 saat maen Game Call Of Duty Black Ops, padahal sudah resolusi paling rendah dan low detail.
spek laptop: AMD Brazos APU With AMD Radeon 6300 series RAM 2GB DDR3 HDD 320Gb, padahal di laptop Intel i3 VGA HD Graphic lancar2 saja…
game seperti COD Black Ops lebih ke CPU bound.. artinya daripada VGA mumpuni maka lebih butuh processor yg mumpuni.. makanya di core i3 jauh lebih lancar.. AMD e350 adalah
processor AMD Brazos yg awalnya untuk platform netbook, digunakan di laptop low-end sehingga performanya jelas jauh dibawah i3.
akan berbeda ceritanya akan lain kalau gamenya lebih ke GPU bound seperti PES 2011, mungkin bisa jadi lebih lancar di laptop AMD Brazoz daripada di laptop intel core i.

benchmark game untuk Intel HD series (HD graphics, HD graphics 2000, HD graphics 3000)
untuk melihat benchmark Intel HD series pada game Dragon Age: Origins, Dawn of War II, Call of Duty: Modern Warfare 2, BioShock 2, World of Warcraft, HAWX, Starcraft II, Call of Duty: Black Ops, Mafia II, Civilization V, Metro 2033, DiRT 2. silakan klik DISINI

———-00———

kunjungi juga posting & link menarik lainnya berikut ini:

> Survey online ini sudah terbukti membayar saya jutaan Rupiah

> Spintires game simulator yang cocok untuk Intel HD

> Play Game Grid 2 with low end laptops

> Tips main game PES 2013 & PES 2014 di Intel HD (Bay Trail)

> Membuat Powerbank Tablet PC dari baterai bekas laptop

> Kenapa laptop cepat panas?

> Best free pool games (billiard & carrom) for Android

> Game Battlefield 2142 Belgrade with SweetFX

> Kumpulan artikel tentang kesehatan

> 10 Most Beautiful Island in Indonesia

> Mengenal objek antariksa: star cluster (gugus bintang)

Salah satu kerusakan laptop yang sering muncul adalah “black screen”, layar gelap, layar mati, atau “blank display “. mungkin anda yang memiliki laptop pernah mengalami hal seperti itu, termasuk saya sendiri. kemarin laptop Vaio VGN NR31Z saya juga mengalami kerusakan “black screen” yaitu saat dinyalakan laptop tidak menayangkan gambar sama sekali di display walaupun lampu LED hardisk menyala dan kipas prosesor aktif. akhirnya laptop itu saya kirim ke tempat service, tapi saya masih punya laptop 1 lagi yaitu tipe Optima Centoris G20 yang masih normal, walaupun laptopnya jadul tapi yang penting bisa buat online, he he he…

Anda bisa membaca posting saya yang berkait dengan laptop Optima Centoris G200 saya tersebut dengan klik DISINI.

lalu apakah yang menjadi penyebab “black screen” pada laptop?

setelah itu saya mencoba mencari tahu sebab-sebabnya melalui internet, dari yang saya ketahui penyebabnya sebagian besar oleh cacat/defect pada chipset VGA (GPU) dan kerusakan panel Display (LCD). secara umum ada beberapa sebab, mungkin salah satunya ada dibawah ini:

1.Panel Display rusak

untuk memastikan bahwa Panel Display rusak, maka cobalah hubungkan laptop dengan layar eksternal. ubah mode layar melalui keyboard laptop dari mode layar internal ke mode layar eksternal. jika layar eksternal berhasil menayangkan display maka bisa dipastikan kerusakan ada di panel display internal. layar eksternal bisa berupa monitor CRT jika output berupa monitor (VGA) port, atau HDTV jika output berupa HDMI. kerusakan di panel display ada beberapa yaitu diantaranya: kerusakan di inverter, kabel fleksibel, dan LCD. kalau ada gambar tipis seperti bayangan di LCD, maka kemungkinan yang rusak adalah lampu LCD (CCFL), atau kabel fleksibelnya.

2.kerusakan pada VGA

kerusakan chipset VGA umumnya dialami oleh VGA laptop yang dedicated semisal dari nVidia atau Ati. kerusakan VGA dari Chipset integrated misal VGA Intel sangat jarang terjadi, kerusakan VGA yang terjadi berbandingannya sekitar 10 dedicated berbanding 1 integrated. yang sering terkena pada bagian VGA adalah soket chipset, memori RAM VGA dan chipset GPU nya.

beberapa seri laptop yang sering terkena black screen :

seri HP TX1000, seri Sony Vaio VGN, dan seri lainnya yang kebanyakan memakai nVidia seri 8400 dan 8600. nVidia seri GeForce 8400 dan GeForce 8600 keluaran sekitar tahun 2008 an terkenal paling sering rusak setelah digunakan antara 2 sampai 4 tahun, hal ini memang karena ada kesalahan produksi. tetapi nVidia sudah memperbaikinya untuk produk-produknya yang baru.

posting tentang kerusakan laptop HP TX1000 bisa anda baca dengan klik DISINI.

Solusi kerusakan/ perbaikan

untuk kerusakan pada panel LCD: bawa laptop anda ke tempat service untuk diketahui bagian mana di panel LCD laptop anda yang mengalami kerusakan sehingga bisa diperbaiki atau diganti komponennya.

untuk kerusakan pada VGA:

solusi termurah: chipset di Reflow (di blower dengan hot gun) akan tetapi kerusakan akan timbul lagi dengan mudah hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja.

Reball: mengganti bola-bola pin di bawah dudukan chipset, sehingga sambungan yang jelek bisa diperbaiki lagi.

bola-bola pin yang terbuat dari lead free soldering (bebas timbal) lebih mudah rusak karena perubahan suhu bila dibandingkan dengan menggunakan menggunakan bahan leaded soldering.

itulah mengapa setelah beberapa waktu banyak VGA dari nVidia menjadi rusak dengan gejala Artifak dan black screen.

jika chipset sudah mengalami kerusakan parah bisa diganti dengan chipset yang baru, itupun jika chipsetnya tersedia.

solusi lain adalah dengan mengganti Motherboard, sayangnya solusi ini adalah solusi yang memakan biaya paling mahal yaitu antara 1 sampai 2 juta-an.

jangan gegabah untuk mengganti motherboard jika persoalan laptop anda hanya “no display”/ blank display/ black screen, karena selain mahal juga masih ada alternatif solusi lain yaitu dengan reball chipset.

tarif reball chipset berkisar antara 500 sampai 700an ribu Rupiah, di kota-kota besar di Indonesia sekarang sudah banyak tempat servis laptop/notebook yang melayani jasa reflow dan reball chipset. mereka umumnya mempunyai alat BGA Rework Station, jadi anda tak perlu khawatir jika ternyata laptop anda mengalami persoalan tersebut.

———00——

silakan kunjungi juga artikel & link menarik lainnya berikut ini:

>> Survey online ini sudah terbukti membayar saya jutaan Rupiah

>> Membuat baterai eksternal laptop versi 2

>> Membuat Powerbank dengan kapasitas besar

>> Berkebun strawberry di dataran rendah

>> Kenapa laptop cepat panas?

>> Pengalaman  beli online jam tangan di Ebay

>> Play Game GRID 2 with low end laptops

>> 10 Most Beautiful Island in Indonesia

>> Survey online ini terbukti sdh membayar saya jutaan Rupiah

Salah satu teknologi keluaran terbaru dari AMD yaitu AMD Fusion, tak jarang pula produk laptop dan PC dekstop yang dipersenjatai dengan AMD fusion yang telah beredar di pasaran Indonesia.

salah satu seri AMD Fusion yang cukup banyak digunakan yaitu AMD E-350, merupakan salah satu jajaran AMD Fusion dengan chip Accelerated Processing Unit (APU) lineup.  AMD fusion cocok digunakan dalam melakukan tugas sehari-hari, seperti: video, browsing, Office dan game.

Tentang AMD E-350 / Radeon HD 6310 Chip
Seperti yang sama seperti APU’S AMD lainnya, yang mencakup CPU, grafis, video HD decoder, dan memori controller pada single die (satu kemasan).

tipe E-350 memiliki CPU dual core clock 1.6GHz, AMD Radeon HD 6310 GPU terintegrasi, 1080p UVD3 video decoder, dan dukungan untuk memori DDR3 1066.  mengkonsumsi 18W daya, sebagaimana yang sama dengan seri Low-end E-240 yaitu dengan inti CPU tunggal.  Kedua E-Series dengan kode nama “Zacate” dan dirancang untuk digunakan dalam notebook mainstream terjangkau, High-end netbook, dan PC desktop kecil. Di sisi lain, C-Series “Ontario” APU’s mengkonsumsi 9W dan dibuat untuk daya rendah netbook, tablet, dan perangkat sejenis lainnya. “Zacate” dan “Ontario” APUS milik platform AMD “Brazos” dan diproduksi menggunakan teknologi 40nm.

dari Newtechnik melaporkan Test System dari AMD E-350 yaitu sebagai berikut ini:
dengan spek MSI E350IA-E45 mini-ITX motherboard yang dilengkapi dengan AMD E-350 / Radeon HD 6310. 4GB GeIL value RAM DDR3, dan 3,5 inci 7.200 rpm SATA2 Seagate hard drive 1TB. Sistem ini didukung oleh power supply 350W, yang cukup untuk setup ini. Tolok ukur dilakukan di bawah Windows 7 Ultimate 64-bit OS.

Web Browsing dan Kinerja Kantor
Web browsing di Firefox adalah tajam, tanpa tertinggal bahkan ketika kita membuka sebuah situs blog yang besar dengan gambar yang besar, saat memutar video YouTube 720p dalam tab lain.
tidak ada masalah saat menjalankan file Word Microsoft dan beberapa dokumen Excel pada saat yang sama. (ekstensi file berupa Doc dan Xls)

Kinerja Gaming
bechmark game: Crysis, Far Cry 2, World in Conflict, Half Life 2, dan Quake 4 pada AMD E-350 / HD 6310 sistem, dan berikut ini adalah hasil frame-ratenya:
Crysis pada pengaturan yang rendah (resolusi 1280 × 720) 27.5fps rata-rata, frame rate yang kurang nyaman dimainkan, dan tidak sempurna mulus.
Far Cry 2 pada pengaturan Low (1280 × 720), dengan rata-rata 24.2fps.
World in Conflict pada Low resolusi yang sama memberikan 24fps, bisa agak meningkat jika Anda menjalankan permainan pada pengaturan terendah yang tersedia.
Sebuah game lama “Half Life 2 – Lost Coast” berjalan sangat baik pada pengaturan tinggi (1280 × 720), dengan rata-rata 49.89fps.
Anda bahkan dapat menempatkan AA dan AF pada maksimum dan masih mendapatkan 44.27fps.
Quake 4, bisa dimainkan sepenuhnya dengan mulus pada pengaturan tinggi 1280 × 720 di 45.85fps rata-rata, serta pada Ultra High dengan pengurangan frame rate kecil menjadi 43,42fps.

1080p, 720p HD Video Playback
Sistem ini mampu memainkan full HD tanpa celah (1080p) dan pemutaran video 720p. Sebuah Trailer Film Transformers dimainkan dengan baik melalui YouTube dalam resolusi 1080p dan 720p. sumber daya CPU yang dikonsumsi antara 29% dan 37%.
Ketika dimainkan di Windows Media Player, “the Coral Reef Adventure” full HD menimbulkan sekitar 10-15% pada beban CPU, sementara dengan 720p versi itu adalah antara sekitar 8 dan 13%. Dalam kedua kasus pemutaran video benar-benar halus.

Hasil Benchmark AMD E-350 / Radeon HD 6310
Windows 7 Experience Index: grafis dan RAM yang baik, akan tetapi kinerja CPU agak lemah.
skor PCMark Vantage 2736 poin.
skor 3DMark06 2246 poin pada pengaturan default.
skor 3DMark Vantage nilai 3795 poin


Kesimpulan
AMD E-350-powered laptop dan desktop akan melakukan tugas-tugas komputasi sehari-hari Anda, seperti surfing Web, e-mail, dan mengedit dokumen, tanpa glitch. Anda tidak akan membutuhkan sistem yang lebih kuat hanya hal-hal tersebut. Di sisi lain, kinerja grafis Radeon 6310 adalah yang terbaik dalam kelasnya (terintegrasi), tapi jangan mengharapkan kecepatan dari sebuah video card rendah atau mid-range khusus.
Akhirnya, jika tujuan utama Anda adalah untuk menggunakan platform ini untuk multimedia HD, Anda tidak akan kecewa, karena memberikan pemutaran halus bahkan di Full HD dan tambahan semua atau hampir semua sistem Fusion AMD memiliki output HDMI.
Tapi bagian yang terbaik pastilah dari sisi harga. netbook berbasis E-350 dihargai mulai dari $ 300, laptop full size dan All-in-one desktop mulai dari sekitar $ 350, dan desktop motherboard dengan APU integrated berharga sekitar $ 120.

Review Tambahan:
Apakah ATI Radeon HD 6310 merupakan video card (VGA) yang kuat dan tangguh?
ATI Radeon HD 6310 sudah mampu menangani grafik game dengan DirectX 11 dan playback video HD 1080p. sesorang yang akan membeli laptop menjadi ingin tahu apakah VGA yang satu akan membuat dirinya bisa bermain game seperti World of Warcraft atau Team Fortress 2 dengan FPS yang baik
Hal ini karena dukungan hardware grafis yang sangat bagus untuk video HD akan tetapi hanya cukup baik untuk game kasual. untuk Game yang lebih serius membutuhkan kartu grafis “Dedicated” seperti contohnya Radeon HD 6470M .
Test Game untuk VGA Radeon HD6310 seperti dikutip dari Yahoo Answers:

Game yang bisa berjalan lancar:
Call of Duty 4 – medium details (800×600 low – 61fps)
Quake Wars: 1024 Normal Quality: 20.4fps – in lower quality settings it should run fluently
Left 4 Dead 2 – 1366×768 medium details playable

dapat dimainkan dengan sedikit tersendat:
Alien Swarm – 1366×768 low-medium: 15-30fps – playable
Call of Duty 6 Modern Warfare 2 – 1024 low 28fps – barely playable?
Dragon Age: Origins: 1024×768 low – 22fps – stuttering
StarCraft 2: 1366 low – 35fps – playable (no big battles)
Dirt 2 – 1366×768 low – 20fps – barely playable

Game yang tidak dapat dimainkan:
Bioshock 2 – 1024 low – 23 fps
Civilization V Benchmark: 1366 low – GPU:7.8fps, CPU:25.4fps
Far Cry 2 – lowest Details in 1366×768  16.6 fps
Just Cause 2 Demo – 800×600 low 18-20fps

———00——–

Silakan kunjungi juga blog saya lainnya:

>> iconptc.blogspot.com

Kunjungi juga artikel-artikel menarik berikut:

>> Menikmati indahnya langit malam dengan binokular

>> Membuat Box speaker Subwoofer desain sendiri

>> Kumpulan artikel komputer, internet, dan software bagus

>> Membuat sendiri Antenna TV UHF

>> Bagaimana menjaga potensi Otak itu? 

Main PC game merupakan salah satu hobby yang mengasyikkan, namun apabila VGA card tidak bisa menampilkan efek-efek yang seperti semestinya dalam game tentu ini bisa membuat kecewa.
untuk merender semua efek dan grafik dalam suatu game, VGA card butuh fitur fitur tertentu antara lain: TnL, vertex shader, pixel shader, rasterizer, hardware directX.
fitur itu harus disesuaikan dengan kebutuhan minimum (minimum requirement) yang diperlukan untuk memainkan suatu PC game.
untuk lebih mengetahui macam VGA card untuk game serta fitur DirectX yang di support, silakan simak di tabel dibawah ini:

List GPU pixel shader support:

untuk meningkatkan performa Game, bisa kita gunakan bantuan software Game Booster 2 dan Eboostr.
saya menggunakan software tersebut di laptop saya sendiri untuk mendongkrak performa game.
info dan link download Game Booster 2 , silakan klik DISINI.
info dan link download Eboostr ,  silakan klik DISINI.

silakan kunjungi juga artikel-artikel saya lainnya:

>> Convert Your Office Laptop Into Laptop For Gaming

>> Improve Internet Speed With Dnsspeeder

>> Tips For Smooth Download on Rapidshare And Hotfile

>> In Order to Smoothly Play Online Games Point Blank

>> minimum VGA For Game Point Blank Online


Laptop atau netbook kantoran umumnya mempunyai ciri graphics card kelas low end atau hardware hanya mendukung DirectX 7.
laptop atau netbook jenis ini biasanya graphics cardnya intel seri 9XX (intel 950, intel 900), intel seri 8XX (intel 855, intel 852), atau Mirage 3. laptop kantoran memang tidak ditujukan khusus untuk keperluan proses rendering grafik 3D atau untuk bermain Game 3D tetapi ditujukan untuk Office aplication dan internet.
seperti contoh laptop yang saya gunakan yaitu Optima Centoris G200N dengan spesifikasi berikut:

Intel Pentium M 1.5 GHz
Windows XP SP 2
RAM 512 MB
HDD Fujitsu 40 GB
Graphics Intel GME 855 32-64 MB

laptop saya adalah laptop Centrino generasi pertama, bisa dibilang termasuk barang usang untuk saat ini.
bila digunakan untuk main game, maka hanya cocok digunakan untuk main game-game lama, game ringan, game flash, atau game dari gamehouse.
untuk game 3D yang lebih serius, dibutuhkan minimal graphics card (VGA) yang mempunyai fitur hardware TnL (transform & lighting) dan vertex shader.
seperti graphics card intel seri 9XX, intel seri 8XX, atau Mirage 3 yang semuanya tidak support hardware TnL (transform & lightning).
untuk itulah graphics card ini gagal memainkan sebagian besar PC games yang umumnya menggunakan fitur TnL.
ada beberapa cara untuk meng-emulasikan vertex shader dan TnL melalui software Rasterizer semacam 3D-analyze atau Swiftshader.
software rasterizer tersebut akan membebani prosesor untuk membuat semacam VGA virtual yang mensupport TnL dan vertex shader.
kemungkinan prosesor yang memberikan hasil yang nyata adalah prosesor dengan spesifikasi Pentium 4 atau Pentium M keatas.

untuk VGA Intel 855, Intel 852, Mirage 3 silakan gunakan beberapa software berikut:
Game Booster 2, Eboostr, Swiftshader atau 3D-analyzer.
saya menggunakan software tersebut di laptop saya sendiri, dan terbukti bisa menjalankan game-game DirectX 9.
info dan link download Game Booster 2 , silakan klik DISINI.
info dan link download Eboostr ,  silakan klik DISINI.
info tentang Swiftshader dan 3D-analyzer bisa anda cari referensinya di Google.

game yang sudah dicoba dijalankan di laptop saya dengan software diatas antara lain:
Call of Duty united Offensive (Swiftshader, high setting, full graphics effect), War World Tactical Combat (low setting, full graphics effect jika menggunakan Swiftshader), War World Tactical Combat (high setting, graphics effect sebagian tidak muncul jika menggunakan 3D-analyze), Lock On (3D-analyze, low setting, graphics effect sebagian tidak muncul).Lock On (Swiftshader, failed).
ini screenshot ketika saya sedang memainkan game War World Tactical Combat dengan bantuan Swiftshader.
sebelum menggunakan Swiftshader game tersebut tidak bisa dijalankan.

untuk meningkatkan frame rate game bisa dengan upgrade processor, overclock prosesor, dan tambah RAM.

khusus untuk VGA Intel 950, Intel 900 silakan kunjungi link ini:
http://netbookloversweka23.blogspot.com/2010/07/improve-netbook-performance-gaming.html

daftar game yang bisa dijalankan dengan 3D-analyze:
http://crystalunicorn.wordpress.com/list-of-games-that-work-with-3d-analyze/

daftar game yang bisa dijalankan dengan Swiftshader:
http://shutblog.blogspot.com/2010/01/games-list-using-swiftshader-v201.html

software rasterizer dan software optimizer hanyalah alternatif lain jika kita ingin upgrade laptop untuk game.
dengan bantuan software tersebut, tidak semua PC game dijamin bisa dijalankan dengan lancar, penyebabnya antara lain: spesifikasi laptop kurang, crash, kesalahan konfigurasi.

———–00————–

silakan kunjungi juga artikel-artikel saya lainnya:

Fix a Dead Laptop Based From my Experience

Stereo Audio Amplifier With BA 5406

Optimize Your Netbook With This Netbook Tips

Built Subwoofer For Your Sound System

Personal Review Netbook Axioo Pico Djv

Built Your Own Various Kinds of Wifi Antenna